1 Januari 2014

Brave to Dream and Brave to Action

Standard
(Sebuah catatan motivasi yang diikut sertakan dalam sebuah lomba)
Mari kita baca dan renungikan.


Ada seorang teman yang murung ketika mata kuliah hampir selesai, kemudian saya bertanya,”Ada apa, mengapa menangis?”, dia menjawab, “Saya mau pindah kampus, gak kuat disini”, apa yang membuatnya tidak betah dengan kampus ini? Setelah lama terdiam akhirnya dia mau bercerita bahwa kampus ini bukan pilihan dia, kampus ini adalah pilihan kedua orang tuanya. “Saya terpaksa kuliah disini karena kasihan sama orang tua”, kemudian dia begitu bersemangat menceritakan keinginan dan harapannya masuk ke salah satu kampus terkenal dan mengambil jurusan psikologi, dan diakhirnya ia menyalahkan ayah dan ibunya yang seolah “mematahkan” impian-impiannya itu. Sahabat mengapa mengeluh dengan keadaan yang kau jalani sekarang, begitu banyak yang ingin masuk perguruan tinggi ini, mereka rela berlama-lama mengantri untuk membeli formulir meskipun pada akhirnya tidak diterima atau mereka tercekat dalam kurangnya dana hingga tak mampu melanjutkan.
Terkadang kita merasa kehidupan begitu penat dengan pilihan-pilihan yang tak terduga. Impian yang menjauh dan ketakberdayaan dalam meraih mimpi hingga merasa jatuh lunglai ketanah. Ya, tahukah jika diluar sana banyak orang yang tak sempat mengeluh karena waktu mereka habis untuk bekerja demi menyambung nyawa, jangankan sekolah yang ada dalam benaknya adalah bagaimana esok makan. Tapi sesungguhnya mereka punya harta karun yang terpendam dan terlupakan, ya mereka masih memiliki mimpi, mimpi seperti kita saat ini. Bermimpi adalah kekuatan (dream is power), yang membuat orang lemah menjadi kuat, menjadikan orang sengsara menjadi bahagia, menjadikan orang tak punya menjadi besar harapan, itulah mimpi. Orang yang tidak berani bermimpi adalah orang termiskin di dunia ini. Bermimpi itu milik semua orang, gratis tanpa dikenakan biaya sepeser pun dan tak terbatas waktu maupun tempat. Seperti celetuk seorang teman bahwa mimpi adalah dimensi penembus waktu, mimpi ibarat keinginan dan harapan yang tak bisa dibendung kecuali oleh tangan-tangan takdir, menghujam kedalam dada tak ternilai dan tak kadaluarsa.
Dengan mimpi kita hidup, mimpi menghiasi hari-hari yang redup dan hampa, boleh jadi hari ini hari yang kita lewati adalah mimpi-mimpi masa dulu yang tak disadari, kita tak sadar karena disibukkan dengan mimpi-mimpi lain saat ini. Seperti seorang anak SMA yang bermimpi menjadi seorang mahasiswa di salah satu Perguruan Tinggi terkenal, dan sekarang ia telah berada ditengah-tengah kampus yang dulu ia idam-idamkan. Tetapi ia tidak menyadarinya bahwa mimpi masa SMAnya telah terwujud, karena ia terlalu bersibuk dengan mimpinya yang lain.
Tapi sahabat ingatlah perbedaan mimpi dan angan-angan, janganlah engkau berani bermimpi saja sedangkan engkau takut untuk mewujudkannya, itu ibarat ingin melukis sebuah gambar pada kanvas tanpa koas dan cat. Mimpi yang kau sendiripun bingung bagaimana mewujudkannya ibarat angan-angan atau mimpi dalam tidur yang ketika terbangun kita lupa apa yang tadi diimpikan, kita terus berangan bebas tanpa tahu jalan untuk merealisasikannya. Bagaimana seseorang bisa jadi profesor tanpa belajar dan sekolah? Bagaimana seseorang mau keliling dunia jika ia tak mau bergaul dan enggan berlayar? Semua memiliki jalannya sendiri-sendiri.
Ada dua resep utama agar kita bisa mencapai sukses. Beranilah bermimpi dan berani pula mewujudkannya.
Ketika seorang teman saya tanya, “Apa mimpi anda setelah lulus kuliah?”, ia menjawab, “Mimpi saya tidak tinggi-tinggi cukup menjadi PNS saja”, lalu saya bertanya “Mengapa anda tidak terpikir untuk bermimpi menjadi seorang profesor atau pengusaha sukses?”, dan jawabannya sangat mengejutkan, adalah karena dia takut mimpi itu tidak terwujud sehingga orang-orang di sekelilingnya mencemooh dan mengejeknya. Sahabat melemahkan diri dengan persepsi diri anda sendiri adalah bahaya paling menakutkan, mengapa anda takut padahal anda berhak mencapai semuanya jika anda mau. Jangan biarkan kata-kata anda sendiri yang akan menghalangi terwujudnya mimpi anda. Beranilah untuk bermimpi, sebagaimana Allah menyatakan dalam firman-Nya, “Berdoalah kepadaku niscaya Aku perkenankan bagimu” (QS. 40: 60), jangan khawatir mimpi mu tidak akan tercapai, jangan takut dengan penilaian manusia, karena yang menentukan anda berhasil dalam mimpi anda adalah anda sendiri, ya sahabat lah yang akan menentukan itu. Mimpi yang anda bangun pun jangan terlepas dari melibatkan Allah SWT dalam menggapainya, sesungguhnya tangan-tangan Allah tiada berlepas dari setiap yang diusahakan hambanya, melibatkan Dia dalam mimpi adalah kekuatan yang dibangun dalam pondasi kokoh nan tegak. Kita bermimpi tiada lain adalah dengan tujuan menggapai kebahagiaan dan kesuksesan, sedang kita semua tahu bahwa pemilik kebahagiaan itu adalah Allah, pemilik kesuksesan adalah Dia, lantas kita menjauh dari Nya? Apakah Dia akan memberikan apa yang kita inginkan dan idamkan? Tidak. Maka dekatilah Dia, libatkan dalam proyek mimpi anda, bersenandunglah untuk merayu ridha dan karunia Nya yang berlimpah tiada putus-putus. Analoginya seperti seorang anak yang ingin boneka, kemudian ia menyisihkan uang jajannya untuk ditabung demi membeli boneka tersebut, ia menceritakan (baca: melibatkan) keinginannya membeli boneka kepada orang tuanya. Ketika tabungannya sudah cukup banyak ia hendak membelikan uang tersebut pada boneka yang sudah lama diidam-idamkannya, sayang sekali ternyata uangnya masih kurang dan saat itu pula kedua orang tuanya membantu menambahkan atau malah mungkin langsung membelikan boneka untuk anaknya tanpa uang yang dikumpulkan si anak tadi. Begitu pula kita dalam bermimpi atau bercita-cita, Allah akan selalu membantu usaha kita, atau malah mungkin membuka jalan yang tak pernah kita sangka-sangka, karena apabila Allah telah berkehendak “kunpayakun” (jadilah maka jadi), tiada yang bisa menghalangi Nya. Maka sahabat, jangan takut untuk bermimpi, tuliskan mimpi-mimpi anda, Allah akan merangkul mimpi mu dengan caranya yang indah, teriakan mimpi dalam setiap hembusan napas dan yakinlah bahwa mimpi anda akan tercapai dengan usaha-usaha anda saat ini. Jangan takut dan goyah dengan perkataan dan cemoohan orang tentang mimpi anda, berazamlah bahwa mimpi kita akan terwujud dengan cara yang indah melalui perantara Yang Maha Kuasa. Pertanyaan: bermimpikah anda untuk wafat dalam khusnul khotimah? Itu adalah mimpi terbesar dan misi teragung bukan?
Selain harus berani bermimpi, kita juga harus berani mewujudkan mimpi (real action). Banyak orang yang saat ini tengah bermimpi, meneriakan ledakan cita-cita yang tak terbendung, terbuai dengan angan-angannya yang indah, dan suatu saat ia tersadar bahwa ia sudah mulai tua dan mimpinya belum juga tergapai. Kita mendapati diri dalam keadaan tertawan mimpi, itu karena kita hanya berani bermimpi tanpa real action yang sungguh-sungguh. Mimpi itu seperti bunga tidur apabila tidak diwujudkan, bangunlah dari mimpi-mimpimu, bergeraklah dan mulailah melangkah mendekatinya, ayunan langkah kita mungkin akan terasa berat untuk yang pertama, namun apabila kita benar-benar mau dan bersungguh-sungguh maka seiring waktu berputar semua akan terbiasa dan langkah berikutnya akan terasa lebih ringan. Berusahalah sekuat yang kita mampu, berperih-perihlah dengan jalan yang akan kita temui, sesungguhnya itulah nikmat yang sebenarnya, kita tak akan mungkin mencapai hal yang luar biasa dengan cara-cara yang biasa. Bersiaplah untuk jadi pemenang wujudkan mimpimu, lakukanlah sekarang juga. Jika anda bermimpi menjadi penulis, mulailah dengan serius menulis, tuangkan ide-ide anda pada tulisan, ikuti setiap lomba, jangan takut karya anda jelek karena penulis terbaik pun berawal dari penulis yang “ecek-ecek” (baca: biasa), tidak ada yang namanya “ujug-ujug” (baca: tiba-tiba) semua butuh proses dan proses itu adalah langkah-langkah kita mencapai mimpi. Apabila kita merasa amat sakit karena mimpi itu, bersiaplah sahabat karena mimpi itu akan segera tercapai. Namun, apabila anda merasa memiliki mimpi tapi tidak mampu membayangkan jalan menuju mimpi itu, maka lakukanlah yang terbaik saat ini. Jika anda seorang mahasiswa maka belajarlah dengan serius dan sungguh-sungguh, atau jika anda seorang pekerja maka abdikan diri anda untuk bekerja sekeras dan segigih mungkin, karena mimpi itupun seperti pesanan, apakah akan dipenuhi pesanan kita atau tidak itu tergantung pada penerima pesanan. Namun alangkah baiknya jika pesanan itu kita titipkan lewat doa yang khusuk, dan dijemput dengan usaha-usaha.
Sahabat bermimpilah dan berani pula mewujudkan mimpi, agar mimpi tidak sekedar kata. Agar mimpi tidak sekedar penghias kehidupan namun juga sebagai penopang rasa haus dan lelah. Mimpi yang kau bangun dengan landasan yang kuat dan rancangan bangunan yang jelas. Elang pun jika terbang ia memikirkan seberapa jauh yang akan ia tempuh, berapa bukit yang akan dilewati, begitu pula kita dalam membidik mimpi-mimpi kita, tak luput dari hitungan apakah mimpi itu dapat kita gapai atau tidak? Sudah terbayang atau tidak cara-cara menggapainya? Bermimpilah namun tetap berpijak pada bumi yang logis. Jangan hendak seperti katak yang ingin terbang. Diceritakan ada seekor katak yang ingin bisa terbang, katak ini sangat iri dengan kepiawaian burung mengepakan sayap dan tertarik sekali pada cerita bahwa dunia ini sangat indah apabila dilihat dari angkasa. Suatu hari ia menceritakan keinginannya itu pada seekor bango yang telah jadi sahabatnya, ia menceritakan mimpinya untuk melihat belahan dunia dari angkasa. Bango itu sangat terenyuh dan ingin sekali mewujudkan mimpi sang katak. Kemudian sang bango menawarkan sang katak untuk ikut terbang bersamanya, dengan cara sang katak berpegangan pada kedua kakinya. Sang katak sangat gembira ketika ia terbang di angkasa, ia dapat melihat dunia ini dengan jelas dan memang sungguh indah, kemudian ia minta pada sang bango untuk terbang lebih tinggi dan cepat, sang bango menuruti permintaan sang katak. Namun sang katak terlalu gembira dengan pemandangan dibawahnya, sehingga ia lupa menggenggam kaki sang bango dengan kuat. Tiba-tiba ia jatuh meliuk-liuk ke tanah dan akhir kisahnya sangat tragis, sang katak mati menggenaskan. Begitu pula sahabat, jangan sampai mimpi-mimpi membunuh karakter dan pribadi kita, tetaplah membumi ketika mimpi kita melangit.
Ingatlah pula bahwa mimpi untuk dunia ini hanyalah fatamorgana, fana dan terbatas. Kita bisa menggenggam dunia dengan mimpi tapi ingatlah ada yang menggenggam nafs atau jiwa kita, Dia bisa memisahkan jiwa kita dari raga dengan satu helaan napas saja. Mimpi-mimpi yang telah dan akan kita capai tiada terlepas dari kemurahan dan kasih sayang Nya yang bergulung-gulung tiada terbendung. Kemudian Dia menambahkan kita nikmat beribu kali ketika kita bersyukur. Bersyukurlah karena Allah telah menanamkan pada jiwa kita untuk berani bermimpi dan berani mewujudkannya. Terus belajar dan berkarya, sesungguhnya orang yang sukses bukanlah orang yang menggapai suatu gelar atau menduduki suatu jabatan, tetapi adalah ia yang bermanfaat untuk sesamanya, tegar dan teguh  menjalani hidup, bersyukur dengan keadaan ia saat ini, dan tentunya orang yang selalu menyadari keberadaannya di dunia adalah sementara.
“Nah, sekarang bagaimana udah ikhlas kuliah disini?” Akhirnya ia tersenyum, mengangguk dengan mata yang berbinar. Sahabat mimpi mu yang indah jangan kau anggap musnah dengan keadaan mu sekarang, mungkin kamu bisa menggapainya suatu saat, atau kamu bisa jadi psikolog yang memahami hati kawan-kawanmu meskipun tanpa kuliah di psikologi. Dan hari-hari semakin indah dengan mimpi dan teriakan “man jada wa jada”, kami para pemimpi yang telah terbangun siap mengguncang dunia. Kami para pendekar tangguh siap menebar cinta dengan mimpi yang indah. Sambutlah kami dengan merekahnya pagi.
Jangan lemah sahabat, andai hari ini mimpimu tercekat dan masih jauh di depan sana. Teruskan perjuangan, tetap semangat dan ikhlaskan semua dalam tangan-tangan Nya yang indah nan elok. Dialah yang akan mewujudkannya untuk mu, untuk membalas tangis mu dengan surga Nya. Ganbatte!
 Az.
Ditulis saat kuliah @UPI Tasikmalaya semester 2.

Konsentrasi Menulis Di Halaman Baru

Standard
Check! Siap! Semua peralatan sudah oke.
Check satu lagi, konsetrasi.
Oh belum, pikirannya sedang kemana-mana.
Oke konsenntrasi, fokus! Siap. Oh no, belum siap nih.

Oh My God, sulit sekali berkonsentrasi, sudah siap?
Ah menulis disini terlalu berisik.
Hei Zahraa, menulis itu harus bisa dimanapun, kapanpun, dan dalam keadaan apapun. Jika ingin sukses, kamu harus bisa. Jangan harap jadi "best author" kalau gak bisa gitu. Haloo? Masa mau nulis aja mesti nyari tempat adem dulu, mikirin suasan hati dulu, atau nunggu malem sepi dulu. Kagak bisa lah!
Sudah, sudah jangan lirik-lirik tulisan yang udah kamu etik, masa bodo deh mau salah ngetik kek mau salah kata kek atau apa, yang penting fokus nulis terus. Dan ada satu yang paling penting, "spasinya gak anjlok-anjlok", biar tulisannya gak kemana-mana.

Hoi, sudah siap sekarang? Oke siap?
Belum, sebentar, mau tanya "Gimana kalo lagi nulis, tiba-tiba keinget ini-itu."
Yah kalo begitu kamu belum konsentrasi, please deh coba kamu titipkan tuh masalah ini-itunya sama Tuhan, biar Tuhan yang urusin, kamu mah plong aja nulis, anggap lagi gak punya beban.
Oh gitu toh, terus kalo lagi nulis tiba-tiba ada yang nanya, "Eh lagi ngapain?" kita harus jawab gak?
 Laaa kamu ini alasan terus ya, jawab saja lagi nulis, beres kan. Udah gitu nulis lagi.
Emm bentar terus kalo yang nanya itu nanya lagi, "Lagi nulis apa?"
Jangan rumit deh, kamu jawab saja menulis apapun yang sedang dipikirkan, termasuk nulis pertanyaan kamu, kemudian kamu tersenyum dan bilang, "Sob, maaf ya, mau nulis lagi nih, muach.. " kasih dia ucapan terbaik dan ciuman hangat, udah toh, beres kan? Terus kamu nulis lagi deh, gak penting kamu nyari-atau nginget-nginget lagi tadi nulis apa ya? Apalagi berusaha membacanya lagi, Oh No! Kamu nulis lagi aja dari apa yang kamu pikirkan saat itu.

Gimana udah siap konsentrasi Zahraa?
Euh... cerewet! Iya, iya, saya siap.

Nama saya Zahraa. berumur 21 tahun, masih muda, dan masa emasnya untuk berkarya, betul? Status anak yatim, dan sedang berusaha menjadi anak soleha agar bisa mendoakan dan doanya diijabah sama Tuhan.

Oke tahun 2013 kemarin, begitu banyak kejadian atau kenangan "pengalaman" yang saya lalui, dan ada yang ingat ada yang terlupakan, yang jelas semua pengalaman itu saya rapikan disebuah file dalam otak saya, saya kasih nama file itu "2013", di file itu saya bagi menajdi 12 file bulan, mulai Januari-Desember, dalam file bulan itu terbagi lagi menjadi beberapa file, sedih, bahagia, tantangan, impian, dan file lainnya. Ah, keren ya, kaya komputer, sok padahal saya tak ingat tanggal 1 Januari 2013 kemarin saya melakukan apa, sudah-sudah lah. File-file itu akan saya buka jika saya ingat.
Munngkin akan terbuka sendiri jika orang lain mengingatkan.
Tapi tidka mengurangi darta yang ada. Jujur, saya hanya mengingat beberapa kejadian penting yang saya ingat atau saya tuliskan, termasuk bagaimana saya berjuang menulis di blog ini dengan istiqomah.

Tahun 2013 kemarin, adalah masa pembelajaran bagi saya, ketika saya dengan sangat egois bertarung dengan diri saya pribadi untuk menjadi orang sok penting. Hahaha, sebenarnya saya tidak suka memamerkan diri, maksud saya adalah tampil di depan umum, saya tidak suka. Kini pun kembali sedang menutup diri, ah cie. Masa nutup diri malah nulis-nulis di blog dan ngenalin diri lagi. Peace! Saya lebih suka menjadi rumput hijau yang tenang, yang ditiup angin atau diguyur gerimis, karena saya yakin setiap posisi seorang hamba itu indah, "Lapangan sepak bola tidaklah membutuhkan pohon kuat menjulang, ia membutuhkan rumput hijau yang segar." Dan itulah filosofinya, saya memilij ketenangan untuk kehidupan.

Menjadi orang sok sibuk ternyata sangat bermanfaat juag, tak peduli bagaimana rasanya lelah, karena kini lelah itu telah digantikan dengan ilmu. Saya mencoba memungkiri filosofi rumput hijau dengan pohon kuat nan rimbun untuk menaungi para musafir yang kecapaian dan hendak berteduh. Saya berusaha menjadi filosofi pohon rimbun yang berbuah, agar para musafir selain berteduh ia bisa melepaskan rasa lapar. Dan pohon rimbun itu adalah bagaimana saya belajar untuk bermanfaat untuk orang lain dengan menghadirkan sosok yang tenang dan apa adanya. Ilmu mengenal banyak orang adalah ilmu yang saya sukai, ah meskipun ilmu dalam hal akademik terurama skill b.inggris saya gak naik-naik dengan mempunyai ilmu mengenal banyak orang ini.

Ah ada sms masuk, sebentar, sms ini berbicara tentang audio motivasi yang gagal di kirim jam 1 karena maslaha network, yups Never Mind! Eh, tadi kita sudah sampai mana? Ups, jangan bertanya itu bukan? Aih, oke lah, saya belajar mengenal orang-orang yang berhati dan itu bagi saya sudah cukup membahagiakan dari pada saya tidak bahagia.

Bagimana tidak di tahun 2013 saya dipaksa untuk menulis naskah dalam beberapa bulan dan tahu lah basic saya bukan orang film, saya tidak bisa menulis naskah, pernyataan itu justru kemudian memberi peluang kepada saya belajar menulis naskah dengan membaca buku ini-itu, dan diberi seabrek pengalaman dengan diajak bermain (memastikan tempat untuk shoot) oleh Pimpinan Produksinya ke Cijolang-Pangandaran,  menimba ilmu di event IndiMovie LA -Bandung dengan suasana hati yang aneh. Kemudian di tekan oleh pihak ini-itu, kemudian muncul kabar tak menggembirakan dari keluarga, kemudian dimintai pilihan masuk ke interest apa? Kemudian Aksara, BEM dan ah...................................semuanya menjengkelkan sekaligus membahagiakan.

Tidak perlulah, saya memberi tahu anda bahgaimana saya bisa bahagia dalam keadaan terluka. Karena toh pohon nangka di halaman sana tak pernah memberi tahu kapan ia akan menjatuhkan daun atau buahnya.
Saya hanya manusia yang sederhana, yang ingin berbahagia dengan sederhana, Alhamdulillah ya Allah.

Bukan, sama sekali bukan saya tidak ingin berbagi tentang apa yang telah saya lalui, karena facebook saya sebenarnya yang telah merekamnya melalui berbagai status saya yang tidak jelas, kadang juga jelas saya tuliskan.

Duh ada sms masuk lagi, sebentar ya. Ternyata sebuah pengumumna: Lagi nonton Serial TV: My Name is Khan.

Lanjutkan lagi, bahwa makna hidup-lah yang sebenarnya saya cari di tahun 2013 kemarin, saya telah mendapatkan apa untuk hidup saya, apa yang telah berubah dari pikiran saya, udah dewasa belum nih? Benar kebahagiaan sesungguhnya karena saya di tahun 2013 ini bisa lebih dekat, lebih merasa baik, di hadapan keluarga (mudah-mudahan di hadapan Allah juga)  dan saya menemukan banyak cinta Tuhan. Tahun sebelumnya menyedihkan, dan sangat menyedihkan.

Dan dipenghujung tahun 2013 saya masih berusaha untuk jadi anak yang berbudi pekerti, tapi.............................................ohhhhhh ada sesuatu yang seolah akan menjebak saya kembali jadi anak durhaka. Hikzzzzzzzzz, doakan semua baik-baik saja. Aamiin.

Sebentar ada sms masuk lagi, dua pesan. Dua pesan: yang satu dari menteeku yang baik hati, dan satu lagi dari "gerimis" rintik-rintik, tik tik tik.

Lanjutkan lagi, mudah-mudahan Allah menolong saya. karena dalam hati kecil saya yang paling dalam, sama sekali saya tidak ingin menyakiti siapapun, bahkan kutu kecil yang bersalah tak akan saya adili, karena saya takut jika menyakiti orang lain, sekarang. Dulu, saya orang yang paling gemar menyakiti dengan lisan ini, bahkan kritik pedas amat pedas selalu meluncur bila melihat orang lain tidak sesempurna apa yang yang saya inginkan, namun semenjak bertemu seorag sahabat yang sabar itu, saya mulai menyadiri bahwa lebih baik bisu atau jadi batu dari pada menyakiti.Meskipun kadang kumat hiy!

Keluarga adalah harta terindah, saya tidak bisa menemukan keindahan dilain tempat kecuali di keluarga. Terutama akan kau dapati saat kau jatuh atau kau salah, pernah terjadi dalam hidup saya, melakukan keslahan besar, dan sungguh betapa pemaafnya keluarga ia selalu saja memaafkan, membela dan membanggakan saya tanpa merasa dipermalukan.

Padahal ada banyak yang menjauh dan menjelek-jelekkan dibelakang sana.

Hari ini adalah halaman baru untuk tahun yang akan saya warnai dengan warna-warna terindah, ya tahun 2014. Hari ini halaman pertama dari sebuah buku, saya akan menamai tahun ini dengan tahun menulis. Tahun emas untuk menulis. Novel debut pertama "Daun Subuh dan Gerimis" siap diluncurkan, akan diluncurkan dengan perjuangan menulis  3 jam perhari di depan laptop. Oh My God, perlu perjuangan!

Jika kita fokus, maka akan banyak hal yang kau lampaui, juga akan banyak hal yang terabai. Bahkan saya merasa tidak peduli, dunia akan berteriak seperti apa, atau apakah tanah yang saya injak ini ambles, tak peduli, fokus saja menulis. Saya mencintai menulis karena Allah, hehehe.

Oke. Sekian saja dan terimaksih sudah membaca artikel yang kebanyakan curhat ini, semoga terinspirasi, dan tetaplah menajdi manusia sederhana, yang hidup dengan sederhana, dan berkata, berbuat, dengan sederhana.

Karena hanya dengan kesederhaanaa, hidup ini indah.  Cinta terbaik selalu datang dan selalu hadir dari ha-hal yang sederhana yang kau syukuri.

Yuk ah makan dulu, jika menulis memberi makan pada otak untuk membuang semua unek-unek, maka makan nasi pun perlu agar aku kuat menulis lagi, Alhamdulillah makan hari ini dnegan gudek nangka yang tadi pagi jatuh dari pohonnya^^.

Az.

30 Desember 2013

Surat Romantis

Standard

(Sedikit kenangan tentang Gebyar November)

Salam penuh cinta untuk sahabatku yang mungkin sekarang tengah dalam keadaan yang harap-harap cemas menghadapi kegiatan yang begitu luar biasa akan terselenggara.
The Aprilia sahabatku, maafkan daku untuk amanah yang selalu tertangguhkan, ini. Mohon ampun atas segalanya, sampai dengan saat ini, hanya ini yang bias eli kerjakan untuk selebihnya silahkan teteh isi atau coret saja jika dalam proposal tersebut banyak cacatnya (hikz)
Bukan Eli tidak ingin menghadiri rapat ini, sungguh bukan itu. Andai saja tubuh ini bias dibagi, atau punya jurus seribu ah jangan seribu dua bayangan saja, niscaya amanah yang begitu besar ini tak akan ku lupakan dan abaikan.
Sungguh meskipun raga ini tak bertemu eli tidak akan mngecewakan teteh, lagi. Teteh Eli mohon bantuan untuk:
1.       Sama-sama merumuskan tujuan gebyar November ini
2.       Minta rekapan dana dari bendahara, Atau tiap bidang membuat rekapan dana dikumpulkan ke sekretaris.
3.       Acara dari seminar guru cerdas berkarakter
4.       Surat-suarat yang akan didahulukan dikeluarkan
Berdasarkan pengalaman FSA kemarin, surat harus segera dikeluarkan, darurat bahkan sebelum proposal jadi:
1.       Suarat Undangan untuk ikut lomba mipa dan seminar oleh sekretaris, dengan lampiran:
Lampiran juknis pelaksanaan dari acara.
Lampiran  formulir dari kesekretariatan.

Famflet juga dari publikasi
2.       Jadi untuk semuanya: yang ingin gebyar November jadi tanggal sekian, harus bekerja cepat.
Teteh afwan jidan, karena mungkin pa cece kesininya besok, eli targetkan proposal beres besok ya J adapun tujuannya segera dilengkapi atau disepakati atau di isi  dulu. Nanti malam eli ke kostan teteh ya untuk mengambil hasilnya dan juga untuk editing. ^^
Salam cinta dari saudarimu


Eli Nurlela A.

Hanya Mau Nulis

Standard
Mari kita sejenak jernihkan pikiran kita dari masalah-masalah yang telah kita titipkan untuk diselesaikan oleh Tuhan.

Mari kita sejenak menjadi pribadi yang utuh dalam bersyukur, dan menikmati setiap detik yang berlalu ini dengan penuh rasa terimakasih.

Bahwa hidup memang harus dilalui entah dengan cara bagaimana, kita boleh menentukan mau dengan cara seperti apa melewati jalan kehidupan ini. Apakah dengan tergesa penuh ketakutan, atau dengan tenang dan penuh kesabaran?

Ada kalanya kita harus berhenti untuk memastikan jalan yang kita tempuh ini benar atau salah, dan belum lah terlambat jika kita mau menelususri kembali jalan-jalan itu, atau kembali pada titik saat kita merasa benar atau sedang dalam kondisi terbaik.

Tapi sungguh, waktu akan terus berlalu dan meninggalkanmu. Jadi, mulailah kenali waktumu dan manfaatkan ia dengan penuh syukur.

Sungguh tak ada yang lebih berharga selain waktu yang kita gunakan untuk sepenuhnya menjadi hamba yang menjernihkan diri dihadapan Tuhan dan bersimpuh dihadapannya dengan perasaan rendah lagi hina.

Semoga Allah menutup aib hamba aamiin.

Jika tadi malam ada seorang hamba berbuat dosa. Satu malam ini Allah menutup aibnya dari manusia dan mungkin telah memaafkannya, maka apakah kamu jika berada dalam posisi seorang itu akan menceritakannya dengan bangga? Bahwa tadi malam begini dan begini? Dan Allah menutup aibmu, sedang mulut kamu sendiri yang tak menjaganya. Sungguh berbangga dengan dosa adalah pangkal hilangnya rasa malu.

Semoga Allah mengampuni aib-aib hamba aamiin.

Jika seseorang melakukan kesalahan terhadap Allah. Jika seseorang berbuat jahat dan menganiaya dirinya sendiri. Maka Allah sama sekali tidak dirugikan. Maka kembali pada cinta Nya adalah jalan yang harus dipilih agar selamat, mohonlah ampunan dan simpan kesalahan itu untuk dirimu sendiri. Sesali ia, cukup, jangan kau ceritakan pada orang lain, agar Allah memaafkan segala aib yang bahkan kita sendiri merasa aib itu tak terampuni.

Tidak, bahkan janganlah kau berputus asa dari rahmat Allah, sungguh Allah mengampuni dosamu semuanya. Jangan pernah berpikir bahwa dosa-dosamu terlalu banyak dan melampaui ampunan Allah, sama sekali jangan. Kasih sayang Allah pada hambanya melebihi kasih sayang seorang ibu pada anaknya.

“Ya Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, ampunilah hamba, dosa-dosa hamba, orang tua hamba, dan semua dosa mukmin mukminat. Tutupi aib hamba, dan mohon jagalah hati dan lisan hamba. Karena sungguh Engkaulah sebaik-baiknya penjaga. Bahagiakanlah dan selamatkanlah kami di dunia dan di akhirat. Aamiin ya Rabbal ‘Alamiin.”

(Az, 03;52)
My Sweet Room (27/12/13)

Mati

Standard

Jika aku mati esok pagi, apa yang akan terjadi?
Masih akan samakah wajah dunia tanpa hadirku. Atau malah dunia ini akan lebih baik?
Tak perlulah aku menjawab pertanyaan aneh itu, masihkah Tuhan ridho hambanya yang penuh cela ini hidup dengan bebas seperti ini?
Bebas menghirup udara, bebas menatap dunia, bebas mengekpresikan pemikiran ini bahkan dengan masih kuat menulis dan menulis.
Tapi ah, jika aku mati esok. Apakah wajah dunia ini masih sama?

A

Standard
"Kita dapat nilai apa ya untuk listening?"
"Kayanya C deh."

Kita sedang pesimis, dan hanya tangan Tuhan yang bisa kami harapkan. Setelah sadar bahwa selama ini usaha kita belum maksimal, terus minta hasil maksimal ke Tuhan. Malu, sangat malu.
Bagaimana ya caranya biar Tuhan mau memaksimalkan hasil sok padahal usaha kita tidak sebanding?

Hubungi ibunya biar dapat tugas tambahan saja?
Ah, apa bisa ya?

Kuliah, dan merasakan sedang menjadi seorang mahasiswa. Menyenangkan, sangat menyenangkan. Terimakasih ya Allah, saya bisa merasakan bagaimana nikmatnya kuliah.

Gak apa-apa nilai A juga (hehehe), yang penting bermanfaat saja ilmunya nanti. Ayo belajar lebih keras dan lebih cerdas!

Az.

Annisa Zahraa

Standard
Seharusnya malam ini ia terpejam. Tapi musik di rumah sebelah membangunkan. Ada apa ini? Mengapa malam-malam begini begitu ramai? Ia melihat jam dinding tua di sudut ruangan, waktu masih menunjukan pukul dua dini hari. Masih malam, tapi mengapa begitu ramai di luar sana? Ada apa gerangan?

Tiba-tiba ia merasa kedinginan. Selimut tebalnya berada tepat dibawah kakinya. Ah, ia kembali bergumul dengan selimut yang ia cintai. Tiba-tiba musik di rumah sebelah terdengar lebih kencang dengan nada-nada yang aneh dan sumbang.
Ia tak bisa memejamkan mata, udara semakin dingin dan selimut tebalnya yang ia cintai tak lagi bisa menahan rasa dinginnya yang mematahkan bulu dan merontokkan gigi. Benar-benar dingin, ia kedinginan.

Musik di rumah sebelah kini melemah. Dan suara-suara tawa bergantian seperti menggantikannya, terbahak -bahak menertawakan nasib satu orang ke orang. Ada apa malam-malam begini tertawa? Tidakkah cukup siang hari mereka bercanda dengan hidup?

Ia tak kuasa untuk tidak melihat, siapakah gerangan yang malam-malam begini tertawa-tawa? Tuhanpun meminta manusia untuk bangun dini hari bukan untuk tertawa melainkan untuk menangis dan berdoa.

Masih dengan berselimut tebal, ia berjingkat mendekati jendela. Dibukanya jendela yang menghadap ke rumah si tetangga. Diluar temaram, tampak langit malam berwarna abu, dan rumah sebelah mendadak sepi. Tak ada musik atau orang tertawa.

Ia tidak percaya. Ini seperti mimpi? Benar, mungkin ini hanya mimpi. Mimpi terkadang seolah nyata, pikirnya.
Ia bermaksud menutup jendela dan melupakan musik aneh dan orang yang tertawa terbahak. Namun, saat ia hendak menutup jendela.........................
Awan hitam menjelma...
Angin bertiup sangat kencang......
dan auman srigala terdengar menyayat nyayat..
anjing-anjing liar menyalak di kejauhan....

Ia melihat sesuatu bergerak kearahnya, hitam tinggi berkelebat dengan cepat, sangat cepat, melesat seperti kilat.
Belum sempat ia membuka mulutnya, atau mengedipkan matanya, atau menutup jendela, makhluk itu telah berada tepat di depannya dan bertanya, "Dimanakah rumah Annisa Zahraa?"

Ia terhenyak, baginya ini pertanyaan kutukan. Siapa yang perduli. Siapa makhluk ini. "Annisa Zahraa telah berpulang, dua malam kemarin." Ia menjawab tiba-tiba, seperti terkena sengatan.

Makhluk ini menyeringai, menakutkan. Seperti kedatangannya, kepergiannya pun terasa sekejap mata, secepat angin membawa harum melati dari nisan bertuliskan: "Annisa Zahraa, lahir 08-09-1992". Ia terduduk dengan menangis di bawah jendela jam dua dini hari lebih dua puluh menit.


*Dengan uraian air mata. Az.





Menulis dan Cinta

Standard
"Sebegitu cintakah engkau pada menulis?"
Benar, saya mencintainya. Dalam keterbatasan saya mencintainya.
Ada banyak kemelut yang menggerogoti otak ini, dan bahkan hampir-hampir kepala ini pecah. Menulis adalah meledakkan semua kemelut itu. Meskipun pada awalnya pemikiran ini rumit, sangat kompleks, seperti benang kusut, maka dengan menulis dengan satu kali ledakan: Darrrrrrrrrrrrrr semua beres!

Aku melihat bahwa orang-orang mulai banyak memiliki masalah seiring bertambahnya usia. Tidak terlihat lagi keceriaan masa kecilnya, meskipun nyatanya saat menghadapi masalah mereka sering merengek tak ubahnya anak kecil.
Maka kini dengan caraku, dengan menulis aku belajar untuk tidak merengek.

Aku sering melihat bahwa orang-orang mudah melupakan setiap kejadian yang dilaluinya atau dialami orang lain. Sehingga timbul dalam jiwaku, bagaimana cara orang-orang itu tidak pernah lupa akan makna kejadian itu, tentu melalui pengalamanku yang ku refleksikan dengan pengalamannya.

Maka kini dengan caraku, aku mencintai menulis, dengan kata yang sederhana, ada saatnya aku menjadi pembelajar sukses yang takkan berhenti sampai aku tiada di bumi.

Lantas Salah Siapa?

Standard
Siapa di dunia ini yang ingin disalahkan? Sama sekali tidak ada. Bahkan semut kecil atau nyamuk kurus yang menggigit diam-diam tidak mau disalahkan.
Maka wahai manusia, yang dengan Cinta_Nya, Ia karuniakan padamu hati untuk merasa: Berhentilah menyalahkan diri sendiri atas orang lain atas apa yang telah menimpamu.
Semangat, orang lain hanya bisa berkata sedang kamu sendiri yang akan memutuskan untuk mendengar atau tidak.

20 Desember 2013

Ijinkan

Standard
Ijinkan malam ini kubertutur dengan jujur, entah bintang akan percaya atau tidak. Karena malam ini kelabu, amat kelabu.

Bukan karena sedang bersendu, namun kelabu karena ia tengah rindu. Rindu kembali pada jalan Allah yang indah.

Jalan Allah mungkin sulit, tapi hati yang lapang akan paham. Bahwa ada keindahan dibalik durinya mawar, bahwa ada kesejukan dibalik kabut pagi. Sungguh hanya hati yang tenang yang akan paham.

Wahai hati yang tenang, ijinkanlah hati melihat lebih terang, ijinkanlah hati mendengar lebih tajam. Jalan-jalan Allah yang telah nampak lurus, tinggal dilalui saja dengan rela. Karena sungguh Allah telah menyeru kita untuk kembali padaNya dalam keadaan rela atau terpaksa.

Wahai hati yang kini lembut, ijinkanlah waktu memberi keteguhan bahwa sungguh jika saatnya telah tiba semua akan sangat sangat sangat indah. Bukankah Allah telah berjanji, Allah akan mengganti semua hal yang kau lepaskan karena Allah dengan sesuatu hal yang lebiiiiiiih baik? Allah tak pernah menyalahi janjiNya. Jadi mengapa harus risau? Tunggu saja kejutan dari Nya dengan hati yang berbunga.

Telah kuijinkan hatiku bertutur dengan juur. Meski langit malam masih tetap kelabu, dan ini bukan berarti sendu. Rindu kembali menjadi diri yang tegar. Perih indah, tegar indah, dan menagis itu indah.

Semua yang indah-indah memang terlahir dari kerelaan.

Padepokan, UPI Tasikmalaya
Az.


13 Desember 2013

Penantian itu Perlu Sabar

Standard
Benar, penantian itu perlu sabar. Ketika cerpen-cerpen itu telah diedit semampunya. Kini tersendat di penerbitan. Entahlah, bagaimana ini bisa terjadi.

Kesal, hanya sesal. "Iya, nanti dikirim dulu ya, lay outnya."

Tapi gak muncul-muncul juga diemail.

Aduhh, zahraa ayo belajar memancing, biar lebih sabar :)

Antologi cerpen ayooolah lahir, daku tak sabar T_T

Berjalanlah

Standard
Wahai Zahraa yang hatinya lembut, berjalanlah kedepan, biarkan hatimu yang memimpin.
Luka karena tusukan tak usah kau hiraukan
atau cubitan yang menyesakkan usahlah buatmu gulana

Ada air tawar segar yang tersedia disana
Ada anggur segar yang manis

Tersenyumlah zahraa

Bintang disana tak ingin kau luka
Malam pun tak beranjak jika kau muram
Tersenyumlah dan lepaskan penatmu.

Biar lisan tetaplah berkata semaunya, percantik hatimu dengan kesabaran
Penantian dan kematangan
akhirnya akan berbuah sangat sangat sangat maniiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiisssssssssssssssssssssssss!

Tutuplah mata dan telinga
tetaplah minta Allah berikanjalan terbaik
Terindah.

(Aula, 22:02 13-12-13)