27 Maret 2012

Special Edition Widya’s B’day: “Siapa Pemilik Suara Itu?” Tanya Dia

Standard

Byuuuurrrr............!!!
Air di pagi hari memang sangat menyejukan, menelan tetes-tetes kemalasan. Serasa masuk meresap ke dalam tulang bahkan sum-sum merah melalui pori yang keriput karena kantuk. Auhh, air ini amat dingin menyapu wajah. Berdiri dalam senyap dengan lantunan doa dalam rukuk dan sujud, seketika pintu rahmat terbuka, udara yang terhirup lewat celah kecil bawah pintu membawa kabar jika fajar telah bangun, dan embun menetes perlahan di ujung pucuk jambu, rinai cahaya menyeruak masuk pertanda diluar sudah ada kehidupan kembali, tukang sayur langganan ibu-ibu di depan telah menjelajah jalan  dengan teriakan sayuuuuuurrrrrr!!!!
Dia tertegun didepan cermin besar yang terletak diruang tengah, bersebrangan dengan televisi. Cermin langganan kami, jika siap berangkat tak puas bila tidak berlenggok sebentar. Wajahku tirus, mungkinkah kelelahan? Tampak menonjol dahi dan tulang pipi, hueksss tapi yah bagus begini daripada gemuk penuh lemak, susah berdiri karena bobot bokong..haaaaa! celotehnya dalam hati. Tubuhku kecil, tinggi paling 153,13 cm kira kira berat badanku 43 kg atau lebih sedikit lah, sedikiiiiiiiiiiiiiiiiit. Dug, saat hatinya berkata sedikiiiiiittttt, ia jadi teringat seseorang, yah hanya masalalu. Seseorang yang sering berkata sedikit lagi dengan nada ditekan dan jeda yang panjang, jadi kalau dipraktekan bunyinya sperti ini “sediiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiikiiiitt” dengan gaya menghejen kaya yang mau BAB gitu. Hehehe....
“Dari segi fisik aku cantik meskipun yah mereka bilang aku kaya balon banana, kalo ada angin ribut dikit pasti ikut terbang....huh itu sih kerupuk.  Hidupku ya hidupku, serba serbi, rame kalau bahasa semutnya itu FULL COLOUR (dibaca ful kolor, kenapa nggk segitiga terlarang? Suuuuuutttss!). Karena emang aku baik turunan, jadi sipat baikku gabisa dihilangin, meskipun aku kelihatan judes tapi hati aku itu baik banget, penyayang lagi. Bahkan kalo liat temen ngebunuh nyamuk atau semut aku sedih sekali, hihikzzz. Hehehe,,, beneran ihhhhh?” Huaaaa dia terperanjat kebanyakan ngomong sendiri di depan cermin sih.
Tring, pagi ini 28 Maret 2012 mesti berangkat pagi. Mata kuliah seni rupa UTS, tidak boleh telat, dosennya disiplin takuuuttt yah lagian bukan kebiasaan untuk kesiangan. Yayaya, yang suka kesiangan itu sih penghuni kamar no 4. Ups jadi ngomongin tetangga. Dia meneruskan bisikan-bisikan halusnya, ngelamun sambil ngebenerin kerudung warna hijaunya. Wahhh hari ini pasti cape tambah-tambah agenda hari ini itu Mata Kuliah PBSI, kumpulan UKM AKSARA, AVAIL, BADMINTON, tambah satu lagi gosok gigi. Ihhh ko gosok gigi?
Avail-avail oh avail, ceria cemerlang...PLUGKEUK...ko malah nyanyi sih, terus ada nggk ya teks yang ini dilagunya? Kok kaya puisi gini? Aduh. Avail is my everything, insyallah dengan avail bisa jadi number one lah, bebas finansial di umur 20 tahun, laaaaaaaaaaaaaaa hari ini kan aku tepat 20 tahun? Booo? Yo wis ku awali umur 20 tahun dengan niat tekun dengan avail, berkah dengan keringat memajukan avail peduli sesama. Ya Allah karuniakanlah minyak jelantah pada jalanku agar semua jadi serasa mudah dan licin, aamiin. Aduuhh salah lagi napa mesti jelantah? Kenapa nggk oli aja. Aduhh stop!
Waduh kelamaan, bengong ko sampe ngehabisin 10 menit, 10 menit ko malah nyasar, kalo lamunan tadi diketik wah uda dapat satu halaman penuh ini tanpa spasi font times new roman 12. Plus nilai A dari ibu PBSI (Ibu Hohooooo), tapi kena minus akibat gak pake spasi, jadinya nilai Z- (baca: Zet Minus). Pusing ih ribet.
Dia termalu-malu saat raut mukanya ketangkap basah oleh tetangga sebelah. “Apa sih bengong gaya mikir Einstein gitu?” Tanya sang tetangga.
“Engg ini lagi inget kira-kira soal UTS Seni Rupa apa ya?” kilahnya berkelit. Sang tetangga puas saja mendengar jawaban dia yang ngasal. Ohohoho, sudah jam setengah tujuh, wadohh mana belom makan, mana belom baca buat UTS, haduh mesti cepet ke kampus nih, nangkringin bala-bala di angkat dari wajan. Katanya dalam hati.
Berangkat dengan teman sekelas, langkah dipercepat. Jarak kostan-kampus menghabiskan 5 menit perjalanan dengan naik pesawat Boling 700, berkapasitas 5 orang kecepatan 120 km/jam. Jangan di percaya, lah kan kalimat pertamanya juga langkah dipercepat, jadi secara otomatis aku jalan kaki ding!
Saat pertama itulah ya di sana, ditempat sana diantara tulisan mading itu, setiap hari aku menunggu, dia lewat.
Dia kembali mengingat memory lamanya, sungguh tak ingin dia mengingat itu kembali, basi dan gak ada efek buat hidup sekarang ini. Tapi, bagaimanapun ketika moment itu seperti terulang, seseorang lewat di hadapan Dia dengan tempat yang masih sama, didepan mading dekat Warung Kopma itu. Itu hanya kepingan cerita kecil, kekaguman saat mulai masuk dunia kampus, tepatnya 5 September saat masa orientasi (MOKAKU). Iham adalah salah satu panitia yang ikut meng-ospek, orangnya baik kalem soleh dan sepertinya cocok banget dengan kriteria selama ini yang Dia cari, apalagi kesan pertama bertemu itu, Iham sangat ramah dan terbuka kepada semua orang. Ketika bunga-bunga kecil tumbuh dalam dada Dia (waduh kebayang dada kaya taman banyak bunganya), ketika simbul merah menyeruak pada hati yang terpana kekaguman, Dia hanya mampu menunggu Iham lewat di tempat ini. Moment yang setiap pagi Dia lakoni karena ketak mampuan mengungkap, hingga pada suatu subuh yang sunyi masa itu, saat semua tak bisa lagi didiamkan.
Sangat bahagia saat chat pertama di facebook, meskipun jawaban Iham hanya waalaikumsalam. Tapi di pagi itu, dia hanya menjawab “Teteh, syukron.” Ya Allah salahkah aku telah menyatakan aku menyukainya? Sedangkan Zulaekha sekalipun tak mampu menahan. Entahlah semenjak itu Dia tak lagi menunggu Iham lewat didekat mading, karena bertemu sekilas pun rasa malu menyeruak. Hampa dan melayang, apalagi saat tahu (bukan rahasia lagi) tanggal 11 November 2011 itu Iham melabuhkan hatinya pada wanita lain, bukan Dia. Dan sekeping CINTA itu padam seketika, terluka dan koma (mudah-mudahan nggak mati).
Kehampaan itu Dia biarkan berlarut, biarkan luka menganga, semua foto Iham dan harapan yang awalnya terpampang rapi dikamarnya kini tiada. Terkikis dengan sisa robekan. Menghilang namun terkenang sangat manis sungguh.
Habis gelap terbitlah terang, seperti R.A. Kartini ia menyebutnya. Iham pergi Ihan pun datang dengan membawa mawar merekah, namun entahlah karena masih hampa hingga Ihan hanya seperti kunang yang berniat menganggu ikan di sungai, menari tapi tak dipedulikan sama sekali. Dia masih terbengong-bengong dengan pengalaman pahit Iham, belum sepenuhnya mampu memberi keputusan pada Ihan. Ihan adalah teman sekelasnya yang amat baik, meskipun orangnya sangat tegas namun jangan salah Ihan adalah orang yang punya waktu penuh untuk Dia. Tapi itu dulu, sebelum semuanya berubah. Huaaaa,,, ternyata terasa sekali waktu berputar, membawa perubahan pada Ihan yang semakin menjauh saat Dia mulai membuka hati. Seandainya Ihan tahu itu.
Sudahlah mungkin semua itu bagian perjalanan hidup, keputus asaan karena sikap Ihan yang mejauh tak lagi diambil hati.
Namun lagi-lagi seseorang datang, Fadhil. Fadhil adalah teman saat biasa Dia BADMINTON. Fadhil dengan segala keadaannya, meskipun baru dekat sebentar (kalo sekedar tahu dan kenal sih udah lama), namun entah siapa yang menggerakan lidah Dia saat ia memutuskan menerima Fadhil jadi seseorang yang Dia panggil “abi...”.
Entahlah, mungkin karena terlalu cape dengan perubahan Ihan atau karena merasa sepi atau karena Fadhil mampu meyakinkan hati. Dia resmi dengan Fadhil dengan tanggal dan bulan yang mereka rahasiakan.  Meskipun demikian kadang bayang Ihan pun hadir, tapi sudahlah tak ada waktu bertahan dengan masalalu bisiknya saat semua kenangan teruarai kembali. Semua seperti bagian drama, Iham, Ihan, dan Fadhil. Mereka berputar-putar. Tapi semakin hampa, Fadhil bisiknya suatu hari, entah karena nafasku yang teramat lemah, aku tidak tahu hubungan ini aku akan bawa kemana, entahlah. Biarlah hujan yang akan menghijaukan, biarlah angin yang membengkokkan, dan biarkanlah matahari yang menguatkan. Aku enggan membuat serupa janji, karena semua belum pasti. Kamu baik, dan aku tidak tahu apa sipat keturunanku yang baik ini bisa mengimbangi kebaikan mu ataukah tidak. Jangan sakit hati ya Fadhil kalau misalkan aku bosan dan menjauh, atau jika aku merasa jenuh lantas kita berakhir, ini semua karena aku masih belajar mencintai^^ (kalo tetangga sebelah denger pasti dia muntah ketupat pake kuah tambah lagi pake toge).
Huaaa.................aku melamun satu jam tertegun didepan mading, busyet. Haduh. UTS telat, Oh Tuhan inikah penyakit bengongku kumat. Padahal amit-amit tokoh Dia itu gak punya sipat bengong. Masuk kelas sudah telat mendingan ke kantin, nongkrongin bala-bala yang sudah dingin. Dia mengerutu dalam hati.
Namun tiba-tiba saat Dia memakan bala-bala satu suir satu suir akibat kebiasaan makan daging suir, ada yang menyapa dari belakang, “Teh Wiwi?” Dug inikan suara Iham?
“Emmm bukan ini Dia.” Jawab Dia gugup.
“Oh iya maksud saya Teh Dia,” jawabnya kalem sekali.
“Iya kang?” sahut Dia ramah.
“Selamat Ulang Tahun yang ke 57 ya teh?” Bujug ko ke-57 sih? Aku kan masih muda. Masih kuliah lagi. Batin Dia.
Namun tiba-tiba dari arah samping ada yang menyapa, “Dia selamat ulang tahun ya?” waduh itukan suara Ihan. Si Bibi tukang bala-bala melambai-lambai tangan, “ Iya bi?” seru Dia lantang. “Uangnya neng!” Bibi tukang bala-bala tak kalah lantang. Dia sudah makan bala-bala dua piring tapi belum dibayar, sepertinya Bibi takut kalau Dia tidak bisa membayar, saat Dia mau mengeluarkan dompetnya yang kumal tiba-tiba ada Fadhil datang dan bilang “STOP!”, kemudian fadhil mengeluarkan uang satu lembar seribuan dan diberikan pada si Bibi. Oh Pemiarsa... ternyata Dia baru habis 2 biji saja, karena terbengong sehingga ia merasa telah menyantap 2 piring. Alamakkkk kelewatan!
Iham, Ihan, dan Fadhil kini ada di sampingnya. Mereka mengucapkan selamat ulang tahun. Sungguh mengharukan. Apalagi saat semua orang berdatangan, diawali dengan teman sekelasnya yang telah selesai UTS Seni Rupa berdatangan, menjabat tangan Dia bergantian, bahkan sampai terakhir Direktur UPI Kampus Tasikmalaya Bapak Prof. Dr. H. Cece Rahmat, M.Pd. pun ikut menyalami Dia. Wah sangat ramai, hingga pada hari ini lembaga mengeluarkan surat kebijakan libur, akibat kuliah terhalang keramaian ulang tahun Dia.
“Teh Dia selamat ulang tahun ya, semoga selalu selamanya menjadi istri ana yang soleha, cantik, dan patuh!” suara doa itu masih terdengar sayup-sayup, itu suara siapa? Dia belum bisa memastikan siapa pemilik suara itu?
...hingga akhirnya.... TOKTOKTOKTOKTOKTOKTOKKK, dua kurcaci mengetok-ngetok kamarnya dengan sangat kuat jam dua dini hari begini? Ada apa ini? Mereka masuk tanpa kata, hanya senyuman dan lalu menggelar sejadah untuk solat.
Bisik Dia dalam kekagetan: “Ya Allah ternyata semua hanya mimpi, siapapun yang membisikkan doa dalam mimpiku tadi, dialah calon suami hamba yang Engkau pilihkan. Terimakasih ya Allah, karena dua kurcaci ini telah membangunkan aku dari selamanya bermimpi.”

                             TO Be Continu!

21 Maret 2012

Untuk Ibuku

Standard
Ibu, anak mu belum bisa pulang ke rumah ibu disana. Anak mu yang kalah ini harus mengurung niat pulang karena harus terlebih mengabdi pada orang yang telah membuat anak mu sekolah. Ibu, namun tahukah aku sangat merindukan mu. Setiap detik yang berlalu, aku sibuk bahkan sangat sibuk untuk memikirkanmu. Ibu anakmu sangat malu untuk pulang, jejak hitam itu menyudutkanku, meskipun akhirnya kau tetap memelukku dengan tangisan. Ibu, aku hanya tahu aku ingin diberi kesempatan untuk membahagiakan mu dengan cara yang aku pun tidak tahu. Ibu.............. 
Ibu, dalam nafas yang kau tahan ada sesak. Aku tahu persis itu karena ulahku hingga kau terluka olehnya, ibu apa daya kita jika semua terkikis takdir dan kita tak bisa bersatu seperti dulu, aku anak kecil berambut pirang yang mengikuti jejak ibu dipematang sawah. Oh ibu, banyak sekali kisah yang membuat kita bercerai dalam keluarga... Ibu aku merindukan mu. Segalanya Ibu.  
Ya Allah dalam tengadahku, meskipun aku sangat malu karena noda didahiku, aku mohon berilah hamba kesempatan ya Rabb untuk membuat Ibu hamba bahagia di dunia dan Akhirat ya Rabb...ya Ghapur ya Rojak ya Salam... 
Ya Allah sehatkan lah jiwa raganya, tanamkan kebahagiaan, dan ampunilah dosa-dosanya. Ibuku. you are my everyting.

I LOVE U MOM.^^

19 Maret 2012

MAHA DEMI

Standard
"Sssssttttt.....!" 

Hari ini tanggal 19 Maret 2012 di Kampus ada acara UKM dan BSO award, sangat meriah meskipun acara ini hanya memakan setengah hari tak lebih, dengan waktu yang termorat marit acara berlangsung meriah. Tak lupa juga UKM AKSARA sebagai UKMnya para pecinta tulisan pun hadir dan tampil disana.

Seperti Panasonic Award yang ada di Teve-teve, mengumumkan BSO DAN UKM berprestasi dilihat dari berbagai kategori,, wiiiih swiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing dengan sangat terkejut UKM menyabet dua penghargaan sekaligus (Hebat Ibu)...

Kategori UKM terbaik II, dan UKM teraktif 1.

Alhamdulillah, mereka perintis dunia tulis menulis ini memperlihatkan taringnya (wah apalagi kalo diperlihatkan semua giginya ya?)

Sangat menyenangkan, hari ini kami UKM Aksara menampilkan dramatisasi puisi ya sekaligus musikalisassi juga.hehe

Ada 4 puisi yang resmi digunakan acara kali ini bertema MAHASISWA.
Pertama dengan puisi Pencari Keadilan karya Ekandari 
Kedua  dengan puisi Bersatu Rapatkan Barisan karya Vira Pratiwi
Ketiga dengan puisi MAHA DEMI karya Eli Nurlela Andriani
dan yang terakhir dengan INIKAH MAHASISWA? karya Widya Wardhani Sutiana.

Pada waktu latihan kami sangat konyol sekali, banyak hal-hal yang tidak terbayangkan. Yah seperti itulah saat kebersatuan belum terbentuk, kami seperti mozaik yang berserakan, tapi setelah adanya koordinasi yang benar-benar terutama dari pelatih tertabah (menghadapi adik-adiknya yang rewel) kang M. Rijal Wahid Muharram kami menyatu menyusun karya yang tak terlupakan (Cieeee^^)...

Semangat! 

Hari ini adalah awal dari kemajuan Karya di Kampus. 

Semangat,,,!

Jika mahasiswa di Kampus ini adalah jaring panah, maka anak panahnya adalah kami anak AKSARA..(Gaya nya?eheh). 

Bila waktunya telah tiba, kami pecinta karya akan tetap melangkah untuk Kejayaan UPI Kampus Tasikmalaya. Leading and Outstanding University. Aamiin.


MAHA DEMI
                                                                    Annisa Zahraa

Dia perintis rindu hujan yang subur
Masih sering terlena dengan setingkap buku
Apa arti itu semua dimasa kata harus dibungkam?
Rezim yang memuncak
Tak sopan jika ku sebut itu biadab


Dia pemikul beban atas ribuan kebingungan dan harapan 
Meski dirinya pun tak mampu memikul siapa sendiri 
Lucu? Mereka bilang itu sebatas fantasi??? 
Tak boleh lah jika kusebut mereka pecundang
 
Dia masih muda di sebelas Maret itu
Dia pula masih muda di reformasi
Aneh sungguh tapi Dia hendak berkata:
“Aku jiwa  mudaku, wibawaku, perkasaku
Tak takut butir peluru menebus nyawa”
 


Tangan dan kaki yang pincang hendak raih ketaksampaian
Lidah raih keniscayaan, licin dan memekik perjuangan 
Aku hidup di masa orde baru! Bangkit, lawan, hancurkan TIRANI !
Meski akhirnya melemah pada darah

Maha demi segala hasrat siswa
Maha demi rakyat yang terlelap dalam putus asa
Maha demi rakyat yang akrab sengsara
Mahasiswa tegakkan negara sejati
Indonesia menuju negara mandiri

                                                                             Tasikmalaya, 22 Februari 2012


14 Maret 2012

Malam Ini Aku Terjaga

Standard
Malam ini aku terjaga dengan nyanyian iwan fals, "ijinkan aku mencintai mu", mata yang kelewat tak bisa terpejam, insomnia menyerang. Baiklah aku menulis saja saat semua terlelap. Dalam penjagaan Nya yang Maha Jeli, ya Rabb aku malu dengan ketidak sucianku, dengan dosaku aku merindukan Mu dalam usus yang terurai, dengan dosaku pada ayah dan ibuku, dengan keegoanku pada sahabat-sahabatku. Aku merangkak lagi dalam kelemahanku, sunguh malu hati ini. Tapi Engkau selalu bermurah diri padaku, kasih sayang Mu tak kunjung luput mengalir bening dan indah, sungguh hati ini merasa pilu dan sedih karena ketakpatuhanku pada Mu. Ya Allah aku ingin kembali, rangkullah aku dalam keheningan ini, dekaplah aku dalam ketakmampuanku mengeja cinta Mu pada hamba.

Dimana aku pernah merasa sangat lemah walau untuk memejamkan mata, aku terpendam pada lumpur-lumpur yang membenamkan ku pada tangis yang pecah di ujung pagi. Oh ya Allah, kuatkan aku untuk tegar dan istiqomah mencintaimu, merasakan bulit-bulir kasih. Oh Maha Indah, kiranya aku masih pantas berdoa, hamba mohon dengan kemurahan Mu, ampuni hamba, kedua orang tua hamba, ayah dan ibu angkat hamba, saudara hamba, guru-guru hamba, sahabat-sahabat hamba, dan lindungilah kami dari azab Mu yang amat pedih, lindungilah kami dengan rahmat Mu.

Semoga salam tercurahkan pada Kekasih Engkau Rasullulloh Muhammad SAW, keluarga dan sahabat. Aamiin.

Tetap semangat, sepahit dan sesulit apapun, karena cinta Allah tak pernah putus-putusnya, tetap tebar kebaikan, jaga lisan, dan tersenyum. Alhamdulillah^^


11 Maret 2012

Aku Akan Terbiasa

Standard
Jika waktunya tiba aku ingin hati merana, rutinitas yang memaksa dan menyita setiap perhatian, ya aku terjebak pada keadaan yang sekarang amat menekan ini. Yakinlah jika keadaan seperti ini sangat memberi manfaat. Saya amat yakin hal ini yang terbaik untuk hidup. Tugas kuliah yang bertumpuk-tumpuk, tugas organisasi kampus yang membutuhkan penyelesaian, ah andai waktu hanya aku habiskan untuk mengeluh, tiada gunanya.
Aku harus semangat sekeras apapun hantaman yang ada dihadapan ini, serumit apapun problematik ini, aku tetap semangat. Ikhtiar, berbaik sangka pada Allah dan manusia, berdoa dan tentu saja bersyukur jauh lebih membuat hati nyaman. Namun seandainya ujian ini amat perih, sabar ya kesabaran yang saya perlukan. Seperti kejadian tadi pagi, ketika sebuah rencana telah tersusun rapi, dan sunguh diluar dugaan yang membuat janji tak kunjung datang, amat mengesalkan bukan, apalagi jika pengundurannya hampir satu jam. jika dilihat secara lahir tentu saja hal ini hanya akan membuat menggerutu dengan ungkapan-ungkapan menyakitkan, namun apabila dilihat dengan sudut pandang lain, ya ya ya mungkin Allah tengah menuji sedikit kesabaran kita. 
Ya Allah, rutinitas hidup ini sungguh  hampa jika tanpa kendali mengingat Mu, sungguh amat kosong jika aku menjauh dari Mu. Ya Rabb, ampuni kedua tangan, mata telinga, kaki, dan tubuh ini yang amat sedikit dalam mengingat mu, ketika hamba malah sibuk dengan rutinitas dan pekerjaan yang bertumpuk-tumpuk, ya Allah sedang aku sadar apa tugas hamba di dunia ini.
Doa sayyidah Fatimah, "Ya Allah sibukkan aku dengan tugas yang Engkau pikulkan saat penciptaanku, dan jangan sibukkan aku dengan hal lain."
Dengan keadaan ku saat ini penuh tanda tanya apa yang akan Allah perbuat esok hari kepadaku, aku percaya ya Allah, Engkau maha baik maha adil maha pengampun dan tentu saja Maha Kaya. Sampaikan salam hamba ya Rabb pada kekasih Engkau, Rosululloh Muhammad SAW. 
Aku akan terbiasa perih, aku akan terbiasa berjuang, aku akan terbiasa mencintai orang yang menyakiti, aku akan terbiasa mendoakan orang yang mendzolomi, aku akan terbiasa tersenyum ketika sangat sakit, aku akan terbiassa menghela napas dalam ketika amat marah, aku akan terbiasa melakukan yang terbaik saat semua orang mencela, aku akan terbiasa semangat saat semua orang meragukanku, aku akan senantiasa ceria saat hatiku hancur tertolak gagal. Aku tahu kesuksesan bukanlah apa yang hendak dan telah dimiliki (karena hak kepemilikan mutlak milik Nya), namun adalah ketika aku tangguh dan tegar dalam menghadapi dan menjalani hidup. Kebahagiaan itu datang setelah sulit, cahaya datang setelah gelap pekat, dan rahmat Mu datang saat aku berusaha sebenar-benarnya patuh pada Mu..... Oh sungguh impianku adalah saat aku tertidur dan bangun dengan sapaan bidadari bermata jeli. Ya Allah biasakan hatiku untuk selalu bekerja keras namun lembut hati, biasakan pikirku untuk mendalami keagungan Mu, dan akhir catatan ini aku berdoa semoga ayah tercinta Odong bin Abdullah, Engkau ampuni dosanya, ditempatkan pada tempat yang lapang luas dan terang benderang dengan ampunan dan rahmat Mu duhai Allah yang maha mencintai makhluk-makhlu ciptaan Nya. "Allohummagfirli dunubi waliwalidayya warhamhuma kama Rabbayani soghiro". Aamiin.


3 Maret 2012

Observasi Proses Pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas 1 SDN Tarumanegara Tasikmalaya

Standard

OBSERVASI PROSES PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

DI KELAS 1 SDN TARUMANEGARA

A. Latar Belakang

Bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan yang wajib dipelajari baik secara formal maupun nonformal, dan di lembaga formal (sekolah) bahasa Indonesia merupakan materi penting yang harus dipelajari oleh peserta didik baik tingkat SD, SMP, maupun SMA bahkan Perguruan Tinggi. Karena kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, bahasa negara, dan bahasa resmi pemersatu bangsa, sehingga keadaan dan keeksistensiannya dipelihara secara turun temurun sebagai bentuk kebanggaan terhadapa khasanah bangsa. Bahasa Indonesia dipelajari pada setiap jenjang pendidikan dengan berbagai metoda dan cara yang berbeda, hal ini disesuaikan dengan keadaan dan perkembangan peserta didik. Untuk Bahasa Indonesia di jenjang Sekolah Dasar (SD) lebih cenderung pada materi yang berbasis dasar dan tidak mudah untuk menjelaskannya secara lengkap apabila pendidik tidak cakap dalam membekali ilmunya.

Mengajar bahasa Indonesia di SD adalah pekerjaan yang tidak mudah, namun hal ini dibantu oleh alokasi waktu. Jumlah jam pelajaran bahasa Indonesia di SD kelas I, II dan III sebanyak 6 jam pelajaran. Sedangkan kelas IV, V dan VI sebanyak 5 jam pelajaran. Banyaknya jumlah jam pelajaran Bahasa Indonesia dimaksudkan agar siswa mempunyai kemampuan berbahasa Indonesia yang baik serta mempunyai kemampuan berpikir dan bernalar yang baik yang dapat disampaikan melalui bahasa yang baik pula. Tujuan pembelajaran bahasa Indonesia sebagaimana dinyatakan oleh Akhadiah dkk. (1991:1) adalah agar siswa ”memiliki kemampuan berbahasa Indonesia yang baik dan benar serta dapat menghayati bahasa dan sastra Indonesia sesuai dengan situasi dan tujuan berbahasa serta tingkat pengalaman siswa sekolah dasar”. Dari tujuan tersebut jelas tergambar bahwa fungsi pengajaran bahasa Indonesia di SD adalah sebagai wadah untuk mengembangakan kemampuan siswa dalam menggunakan bahasa sesuai dengan fungsi bahasa itu, terutama sebagai alat komunikasi.

Sebagai calon pendidik tentu saja selain harus paham mengenai pentingnya pembelajaran bahasa Indonesia untuk siswa SD juga harus tahu bagaimana cara menyajikan materi bahasa Indonesia secara benar, efektif, dan menyenangkan. Maka diadakannya observasi ini untuk memberi pengalaman dan pengetahuan kepada calon pendidik agar kelak cakap menyajikan pembelajaran bahasa Indonesia untuk kelas rendah khususnya.

B. Tujuan Observasi

Adapun tujuan observasi ini, adalah:

1. Mengetahui proses pembelajaran bahasa Indonesia di kelas rendah

2. Mengetahui metode yang digunakan dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia di kelas rendah

3. Mengetahui proses evaluasi bahasa Indonesia di kelas rendah.

C. Waktu dan Tempat Observasi

Adapun tanggal, waktu, dan tempat observasi, adalah:

Nama SD : SDN Tarumanegara

Alamat SD : Jl. Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa No. 18 Kota Tasikmalaya 46114

Telpon : (0265) 314650

Hari, tanggal : Jumat, 24 Februari 2012

Waktu : 07.00 – 09.00

D. Pembahasan

a. Proses kegiatan

Pembelajaran bahasa Indonesia kelas 1 di SDN Tarumanegara menggunakan metoda ceramah dan aktif learning. Seorang guru beserta satu guru lain masuk kedalam kelas dengan mengucapkan salam yang dijawab serentak oleh peserta didik. Salah satu peserta didik yang telah ditunjuk sebagai ketua murid memimpin doa sebagaimana yang diinstruksikan guru muda tersebut.

Selanjutnya setelah guru mengecek kehadiran maka berlangsunglah proses pembelajaran bahasa Indonesia dengan tertib dan khidmat, meskipun ditengah pembelajaran peserta didik mulai ribut dan tidak memperhatikan. Pelajaran yang dibahas pada hari tersebut adalah mengenai peristiwa, guru menjelaskan tentang bencana alam yang terjadi akhir-akhir ini disertai gambar pada buku (gambar air menggenang, guru menyebutnya banjir, gambar gunung merapi guru menyebutnya gunung meletus, dan lain-lain) kemudian guru bertanya kejadian yang pernah dialami oleh peserta didik. Peserta didik berebut untuk menceritakan pengalaman yang pernah dialaminya.

Setelah masing-masing anak berebut untuk bercerita, guru hanya mempersilakan beberapa orang untuk menjelaskan pengalaman yang dialaminya, dan selebihnya guru meminta semua anak menuliskannya dengan belajar menggunakan hurup-hurup kapital dan hurup kecil. Anak asik menulis dan sering bertanya tentang pengalaman yang ingin ditulisnya. Guru membimbing anak agar menulis dengan baik dan benar. Tidak sulit sepertinya karena di SDN Tarumanegara ini khususnya kelas 1 memiliki 2 pendidik, yang pertama adalah guru tetap, dan yang kedua merupakan guru honorer yang membimbing peserta didik.

Guru tetap tugasnya menerangkan dan selebihnya mengawasi atau membimbing, serta guru honorer tugasnya mengarahkan dan mengontrol peserta didik agar tetap tenang. Karena jumlah yang cukup banyak, yakni sebanyak 37 orang. (Biodata dan data terlampir). Kemudian pada akhir proses pembelajaran guru melakukan kegiatan evaluasi dan penilaian dengan memberi pertanyaan berkaitan dengan materi yang baru saja dipelajari. Kemudian guru menyamakan jawaban peserta didik dan membenarkan beberapa jawaban yang kurang tepat, menyimpulkan pelajaran hari ini dan menutupnya dengan memberi pujian kepada beberapa peserta didik yang menjawab pertanyaan dengan benar.

b. Evaluasi Pembelajaran

Pembelajaran yang terjadi di SDN 1 Tarumanegara ditunjang dengan sarana dan prasarana yang memadai, selain mengguakan metoda ceramah guru juga membiarkan peserta didik untuk belajar mengemukakan pendapatnya dan secara berpasangan bersama temannya mengerjakan perintah dan instruksi guru. Dalam menjelaskan materi guru juga menggunakan alat peraga yang tersedia, karena media yang tersedia di dalam kelas cukup banyak berupa gambar hurup, angka, dan sebagainya yang dibuat secara kreatif, guru menggunakan media ini sebagai salah satu cara untuk memperlancar pembelajaran bahasa Indonesia.

Namun pada dasarnya peraan guru sangat besar apabila di prosentase bisa mencapai 80%, karena kebanyakan guru terus mengarahkan, menarik perhatian murid dan menjadi sentral pembelajran, hal ini diakibatkan karena pada kelas 1 belum terbentuk kemandirian dalam pembelajaranya, namun dengan demikian guru justru mengarahkan peserta didik agar lebih mandiri dan bertanggung jawab. Kurikulum yang digunakan mengacu pada KTSP 2006, yang telah disepakati dan disahkan oleh kepala sekolah dalam penggunannya. Pada kelas rendah yang digunakannya adalah tematik, bukan mata pelajaran, jadi berdasarkan tema tersebut bisa bersangkutan dengan dua mata pelajaran sekaligus, contoh dari tema peristiwa merupakan pelajaran bahasa Indonesia sekaligus PKN tentang kewajiban menolong orang yang terkena bencana.

Proses evaluasi yang dilakukan guru terdiri dari evaluasi harian, mingguan dan akhir semester. Evaluasi harian dilakukan setiap kali selesai pembelajaran bahasa Indonesia dengan cara memberikan pertanyaan, pekerjaan rumah pada siswa, agar siswa mengulang untuk belajar dirumah. Evalusi mingguan berupa ulangan dua minggu sekali. Serta evaluasi akhir semester yang biasa dilakukan bersamaan dengan kelas yang lain.

Setelah dilakukan evaluasi guru melakukan rekapitulasi nilai dan disampaikan ke peserta didik dengan sistem ranking. Sistem ranking di umumkan diakhir semester. Dengan demikian diharapkan mampu memicu semangat dan motivasi peserta didik untuk belajar lebih giat lagi.

E. Kesimpulan

Pembelajaran bahasa Indonesia di Sekolah Dasar sangat ditentukan oleh pendidik yang berkemampuan cakap dalam menguasai situasi kelas, penguasaan materi, dan penguasaan metode yang sesuai dengan keadaan murid. Dengan adanya observasi ini kami lebih mengerti bagaimana proses seorang guru mengajarkan bahasa Indonesia di kelas rendah khususnya kelas 1, mulai dari tahap perencanaan (membuat RPP) sampai dengan evaluasi. Sebagaimana pesan guru muda itu untuk kami bahwasanya butuh kesabaran yang besar untuk menghadapi segala keanehan perilaku anak dan harus tetap memperlakukannya sebaik, seramah dan setelaten mungkin, agar tujuan pembelajaran tercapai.

Kurikulum bahasa Indonesia yang digunakan mengacu pada KTSP 2006, dengan sistem per tema (TEMATIK). Evaluasi dilakukan terdiri dari evaluasi harian, mingguan dan akhir semester. Menyajikan materi dan membuat anak mengerti, paham, dan bisa melakukan apa yang diinstruksikan serta mampu menyelesaikan soal evaluasi dengan memuaskan adalah kebahagiaan tersendiri bagi pendidik.

LAMPIRAN

Biodata Guru kelas 1 SDN Tarumanegara

Pengajar 1

Nama : Heni Suhaeni, S.Pd.

Tempat, tanggal lahir : Garut, 31 Maret 1962

Alamat : Mangkubumi

Status : Pengajar tetap

Pengajar 2

Nama : Resti

Alamat : Kota Tasikmalaya

Status : Honorer

Daftar Nama Siswa Kelas 1 SDN Tarumanegara

1. Khoiru Aspira 21. M. Jabal

2. Ahmad Faisal 22. Nazri

3. Alika Rahma 23. Nafida

4. Ari 24. Naila

5. Asya 25. Natasya

6. Awaludin 26. Naufal

7. Bagaskara 27. Nurul

8. Deanova 28. Rahma

9. Eli Ello 29. Rapendra

10. Febi 30. Ramzy

11. Fidial 31. Riska

12. Fitri 32. Riyad

13. Ghisela 33. Santi

14. Hafizh 34. Sinta

15. Handi 35. Titania

16. Handika 36. Yulia

17. Indri 37. Zia

18. Kayla

19. M. Alfi

20. M. Ikhwan 

 

 

8 Februari 2012

Penantian

Standard
Penantian sungguh sakit yang berkepanjangan, namun sebenarnya ia hanyalah ujian. Teman seperjuangan yang tak lain hendak memberikan kita pelajaran-pelajaran yang indah. Rabbi ridhoilah penantian ini, hadirkanlah ketetapan dalam hati. Sepenggal sandung seismic yang menguatkan. Janganlah bersedih untuk yang menanti. Tak ada yang dirugikan Allah ketika semua dalam kesabaran. Ya Allah hanya doaku, ijinkanlah aku mengharap dia yang kupilih, namun jika dia bukanlah yang Kau hendaki, maka damaikanlah hati ini dengan segala kehendak dan ketetapan Mu atas takdir diriku. Ya Rabbi tak henti ku meminta tentang yang terbaik bukanlah yang rupawan bukanlah yang hartawan bukanlah yang berpangkat bermartabat ijinkan aku memilih yang Engkau pilih insan dan iman tentang keindahan segala pilihan. Penantian bukanlah pilihanku, namun kiranya takdir Mu membawa ku pada pilihan ini, untuk sabar yang belum kuperoleh untuk tulus yang belum ku temukan, untuk cinta yang hampa.

Rabbi, ketika berat yang kutanggung ini adalah jalanku menuju kekekalan yang Kau janjikan, sungguh hamba bersyukur atas taufik yang berlimpah. Terimakasih ya Allah, petunjuk yang indah.


27 Januari 2012

Keputusan Akhir Tahun

Standard
Hanyalah penuturan biasa, kata-kata biasa yang terlintas dalam pemikiran semua orang. Alih-alih tentang perasaan yang galau dan memihak penderita. Tapi mungkinkah ini masih di batas normal? Perasaanku yang mencintai seseorang yang belum halal untukku? Aku membenci diriku, ketakberdayaanku, kediamanku dengan alur-alur cerita ini, aku terhanyut dalam kebisuan yang aku tak pernah mengerti.Ya, tepat sekali. Seminggu yang lalu sebelum hari ini, ia datang jauh-jauh dari Jakarta untuk menemuiku. Aku tahu ia akan datang. Ya Rabb, ternyata ini berat untukku, berikan hamba pundak kekuatan, tunjukan jalan yang terbaik. Pukul 05.37 handphone ku berdering ringan, pesan baru masuk darinya, kubuka dan kubaca isinya kira-kira seperti ini “Ade, abi ada di depan kost mu, keluar ya?” pemberitahuan bahwa ia telah tiba dan harapan agar aku menyambut kedatangannya. Ada perasaan aneh yang menjalar bergemuruh dalam hitungan detik begitu cepat bergulir-gulir membuatku terpaku antara senang gugup dan takut.

Aku tahu ia tidak pernah mengingkari janjinya, selalu tepat waktu dan penuh komitmen, datang menemuiku hari ini, disela-sela kesibukan yang menghujani hari-harinya. Aku keluar dan menyambutnya dengan senyuman yang  kubuat setulus mungkin, mempersilakannya masuk dan menawarkannya untuk segera ke WC dan menunaikan salat subuh, karena mungkin saja ia belum melaksanakan, perjalanan panjang Jakarta-Tasikmalaya telah menyita waktu yang cukup lama. Ya, ia salat dalam khusuknya.

“Ya Allah inilah orang yang hamba harapkan untuk jadi pendamping, kini ia ada disisi hamba namun belum dalam ikatan, apa yang hendaknya aku lakukan, lindungi hamba ya Rabb.” bisikku dalam hati. Perlahan ia menoleh dan menatap mataku dengan pesan yang tak bisa ku baca, namun aku bisa menangkap ketulusan dan kepercayaannya tentang hubungan ini. Ia nyatakan bahwa ia sangat merindukanku. Aku hanya tersenyum dan membiarkan ia berkata-kata. Ya Allah cukup bagiku kebahagiaan ini dengan aku dapat mendengar dan melihatnya baik-baik saja.

Semakin lama dan semakin khusuk ia menekuri wajah dan goresan hidupku, ia  nyatakan dengan sangat lembut “Abi mencintai ade.” Aku semakin gugup, dengan kekuatan akhirnya aku berungkap juga, “Abi, ade hanya ingin abi segera menikahi ade, ade gamau pertemuan selanjutnya akan selalu menjadi dosa.” pelan dan lirih.

Ia tersenyum dan meraih genggamanku dan menyatakan bahwa ia segera akan menikahiku untuk menjaga kesucianku. “Ia ade sayang, sabar ya!” bujuknya kembali memenangkan hatiku yang arang melintang dalam kesedihan dan ketakmampuan membencinya. Selalu cinta yang kutunjukan padanya tanpa sisa, sunguh cinta.

Bagiku ia sosok sempurna, berpaut satu tahun usianya denganku. Kini ia tengah kuliah sekaligus bekerja di ibu kota sana. Sebenarnya ia bukanlah lelaki tampan, bukan lelaki kaya raya, ia hanyalah lelaki pekerja keras, hidup dengan terbata-bata dan perih. Ya Allah mengapa hatiku selalu memenangkan ia?

Mungkin pertemuan ini sebentar, namun sangat mengusik hari-hariku. Terbayang setiap waktu dan kesempatan. Masih sangat terasa ketika ia masih ada disisi, terasa saat ia menyatakan akan menjadikanku putri dihatinya dalam ikatan yang halal. Ya Rabb ku, ijinkanlah.

+6281807313***

“De kata mamah abi, kita gabisa segera menikah, maaf. Tunggu empat tahun lagi ya. Mamah mau abi selesaikan dulu kuliah. De maaf ya untuk keputusan ini. Ade juga selesaikan dan fokus kuliah  ya. Wasalam.”

Semakin bertambah waktu, sungguh kenyataan ini semakin suram. Aku takut aku mencintainya dalam komitmen yang kotor. Aku takut menodai cinta yang sesungguhnya Allah gariskan adanya dalam kesucian. Aku takut aku tak bisa menahan kedua mataku untuk menunduk dari penglihatanmu. Aku takut aku tak bisa mengekang pikiranku dari mengingat dan memikirkannya. Sungguh dilematis yang menuntutku mengambil keputusan. Aku bimbang.

+6281807313***

“De, abi mau ke Tasik lagi nanti tanggal 1, tahun baruan sama ade ya?”

Semakin ketakutan, galau ini menyergap. Ku balas dengan kata maaf, aku tak akan bisa lagi menemuinya sampai empat tahun kelak ketika ia datang mengkhitbahku. Aku tahu ini resiko, ini konsekuensi dari pilihanku dulu. Aku harus siap dengan segala yang akan terjadi.

Aku menangis, sungguh kesedihan dalam bingung yang memojokkan hatiku sendiri. Oh Tuhan  air mata ini hanyalah menangisi kebodohanku, air mata ini dalam kekeliruan, harusnya aku menangis karena dosa-dosaku pada Mu yang teramat banyak, sangat banyak. Bukan tangisan hanya karena aku mencintai hamba Mu yang belum waktunya aku mencintainya.

Harus tegas, akidahku membutuhkan ketegasan sikap. Wahai jodohku, datanglah padaku tepat pada waktunya. Aku menyerah dalam hati yang beku, dalam keinginan yang tertindas. Sayup ku dengar Tashiru bernyanyi dalam syairnya Maaf Tuk Berpisah yang senantiasa menguatkan hari yang ku jalani:

Kau tahu tentang hatiku
Yang tak pernah bisa melupakanmu
Kau tahu tentang diriku
Yang selalu mengenangmu selamanya


Kini Kusadari bahwa semua itu
Adalah salah dan juga keliru
Akan membuat hati menjadi ternodai


Maafkan lah sgala khilaf yang tlah kita lewati
T’lah membawamu ke dalam jalan yang melupakan Tuhan
Kita memang harus berpisah tuk menjaga diri
Untuk kembali arungi hidup dalam ridlo Ilahi


Kutahu bahwa dirimu
Mendambakan kasih suci yang sejati
Kuyakin bahwa dirimu
Merindukan kasih saying yang hakiki


Dan bila takdirnya kita bersama
Pastilah Allah kan menyatukan kita.

Awal tahun 2012 ini, aku menyambut dengan semangat Lillah. Dihantar doa yang kupanjatkan, ya Allah lindungilah hamba, tetapkan dalam hatiku iman dan islam, kuatkan keyakinanku  dalam jalan kebenaran, kokohkan aku dari setiap keraguan. Aamiin. Ya Allah lindungi pula ia untuk tetap semangat dan sehat selalu. Aku titipkan ia, calon suamiku kepada Mu. Hanya Engkau duhai yang paling Maha Mencinta dan Maha Menentukan.

23 November 2011

Renunganku

Standard
Malam Mu sungguh sepi...
akukah teraniaya waktu, semua lelap...
enggan menutup kenyataan
bagaimana jika pada akhirnya
semua sia-sia
namun terlanjur setiaku
pada Mu
Biar aku merana...

tak menggubah kenaifan
sentuhan malam ini pada bintang hitam
aku tergolak pada kenisbian
sangat mengesankan

jika Cinta Mu ini adalah keabadian,
Rahmat mu tak terhitungkan....
sungguh teramat luhur^^

13 November 2011

Rindu Rasul

Standard
Seperti dalam konteks pecakapan beliau dengan para Sahabat2nya….

Dan bukti Nyata Cinta beliau kepada umatnya benar2 Suci adanya…...
Hingga akhir hayatnya Beliau buktikan cintanya kepada kita…..

Engkau berkata lirih
Ayyu khalaqi a'jabu ilakum I'ma'nan ?
(Siapa makhluk yang imannya paling sempurna ?)
para sahabatnya pun menjawab;
..... Malaikat, ya Rasulullah !

Bagaimana Malaikat tak beriman,
Bukankah mereka berada di samping Tuhan ?
ujar Nabi…

..... Para Nabi, ya Rasulullah !
Para sahabat mencoba menjawabnya lagi….

Bagaimana Nabi tak beriman, Bukankah pada mereka turun wahyu, Jawab nabi !
..... Kalau begitu siapakah mereka, ya Rasulullah? Tanya Para sahabat..?!

(Langit Madinah bening, bumi Madinah hening
Kami termangu, menunggu jawaban dari beliau…)

Siapa gerangan mereka yang imannya paling mempesona Kami dengar sabda’mu,

Yang paling mempesona imannya adalah:
Mereka yang datang sesudah’ku !
Mereka beriman kepadaku….
padahal tidak pernah melihat atau berjumpa dengan’ku sebelumnya…

Yang paling mempesona imannya
mereka yang tiba setelah aku kelak tiada !!!
yang membenarkanku
tanpa pernah melihatku !!!!

Bukankah kami ini saudaramu juga, ya Rasulullah jawab para Sahabat….
Bukan ! jawab Nabi….
Kalian adalah sahabat-sahabatku…..
Tetapi, Saudaraku adalah…
Mereka yang tidak pernah berjumpa dengan’ku !
Mereka beriman pada yang ghaib
Mendirikan sholat, puasa,
berkurban utk ALLAH SWT dan,
Menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka…

(Kami terpaku,....
Langit Madinah yg bening,
bumi Madinah yg hening)

Kami dengar lagi engkau bersabda……
Alangkah rindunya daku pada mereka
Alangkah bahagianya aku memenuhi mereka kelak..

Suaramu parau,
Butir-butir air matamu mulai tergenang...
Kau rindukan mereka ya Rasulullah...
Kau dambakan pertemuan dengan mereka,
Ya Nabi Allah !

Subhanallah…..


(Dan, ini adalah sebuah Alkisah tentang totalitas cinta
yang dicontohkan Allah lewat kehidupan Rasul-Nya....)

Pagi itu, meski langit telah mulai menguning,
burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap.....

Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbata memberikan petuah ;
Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya.
Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya.
Kuwariskan dua hal pada kalian, sunnah dan Al Qur'an.
Barang siapa mencintai sunnahku, berati mencintai aku
dan kelak orang-orang yang mencintaiku,
akan bersama-sama masuk surga bersama aku.;

Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah
yang teduh menatap sahabatnya satu persatu.
Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca,
Umar dadanya naik turun menahan napas dan tangisnya.
Ustman menghela napas panjang dan...
Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam.
Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba.

Rasulullah akan meninggalkan kita semua; desah hati semua sahabat kala itu.
Manusia tercinta itu, hampir usai menunaikan tugasnya di dunia.
Tanda-tanda itu semakin kuat,
tatkala Ali dan Fadhal dengan sigap menangkap Rasulullah yang
limbung saat turun dari mimbar.

Saat itu,
seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan
menahan detik-detik berlalu, kalau bisa.

Matahari kian tinggi, tapi pintu Rasulullah masih tertutup.
Sedang di dalamnya,
Rasulullah sedang terbaring lemah
dengan keningnya yang berkeringat

dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam.
Bolehkah saya masuk?; tanyanya.
Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk;
Maafkanlah, ayahku sedang demam, kata Fatimah yang
membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya
yang ternyata sudah membuka mata
dan bertanya pada Fatimah,
Siapakah itu wahai anakku?
Tak tahulah aku ayah,
sepertinya ia baru sekali ini aku melihatnya; tutur Fatimah lembut.

Lalu, Rasulullah menatap putrinya itu dengan pandangan yang menggetarkan.
Satu-satu bagian wajahnya seolah hendak di kenang.
Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara,
dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malakul maut; kata Rasulullah,
Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya.

Malaikat maut datang menghampiri,
tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tak ikut menyertai.
Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap diatas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.

Jibril, jelaskan apa hakku nanti dihadapan Allah? ;
Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah.
Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu.
Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu; kata jibril.

Tapi itu ternyata tak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.
Engkau tidak senang mendengar kabar ini? ; Tanya Jibril lagi.

Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?"

Jangan khawatir, wahai Rasul Allah,
aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku:
'Kuharamkan surga bagi siapa saja,
kecuali umat Muhammad telah berada didalamnya' ; kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas.
Perlahan ruh Rasulullah ditarik Tampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh,
urat-urat lehernya menegang.

Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini..
Lirih Rasulullah mengaduh.

Fatimah terpejam,
Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril membuang muka.
Jijikkah kau melihatku, hingga kaupalingkan wajahmu Jibril?
Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.

Siapakah yang tega, melihat kekasih Allah direnggut ajal ; kata Jibril.

Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik,
karena sakit yang tak tertahankan lagi.
Ya Allah, dahsyat niat maut ini,
timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku,
jangan pada umatku.

Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tak bergerak lagi.
Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu,
Ali segera mendekatkan telinganya.
Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku
(peliharalah shalat dan santuni orang-orang lemah di antaramu)

Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan.
Fatimah menutupkan tangan di wajahnya,
dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.
Ummatii, ummatii, ummatiii? (Umatku, umatku, umatku)
Dan, pupuslah kembang hidup manusia nan mulia itu.....


Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi


Sodara2ku sekalian....
Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.
Kini, mampukah kita mencinta sepertinya......?!!!
dengan Cinta nan suci...?!

Mudah2an Renungan ini dapat Menghadirkan kesadaran di hati kita kembali,
untuk mencintai Allah dan RasulNya, seperti Allah dan Rasulnya mencinta kita.
Karena sesungguhnya selain daripada itu hanyalah fana belaka !

Assalamualaika ayyuhan Nabiyuu wa rahmatullahi wabarakattuh
Assalamualaika ayyuhan Nabiyuu wa rahmatullahi wabarakattuh

Allahumma sholli 'ala Sayidinna Muhammad
wa 'ala alihii wa baarik wa saliim 'adzmaiin....



1 November 2011

Pendakian yang Tak Hingga^^

Standard
Awal pagi, langkah ku pelan menuju kampus untk yang pertama dalam hidupku, Ya Allah aku benar-benar berniat mencari ilmu di sini, RidHa-ilah..bisik bathinku. Belum tiba di sana aku tlah merasakan suasana aneh menjalar di tiap sendi semangatku, aku pasti bisa menaklukan semua yang ada didepan sini,, inilah gerbang kesuksesanku,, gerbang impianku,, gerbang sejarah ku.

Semangat membara ini,, nyatanya tak selalu berkobar,, ku temukan lagi kerapuhan, kejanggalan, hampir menyerah dan putus asa. akupun kadang menangis akupun kadang meratap. Bukan masalah kekakuan yang kutemukan, bukan masalah rumitnya studi yang kupelajari, bukan pula masalah teman yang rewel... satu hal- hanya satu hal-,, yang nyatanya bukan aku saja yang mengeluhkan hal ini.... (sesuatu)....

Entah berapa banyak program berseliweran -hampir bertubrukan- di otak kananku, aku tahu inilah peluang. Aku tak tahu mesti mana yang ku ambil.. keputusanku adalah mengambil semua kesempatan pada keterbatasan.

Ku jalani semua dengan rencana dan keoptimisan sukses. juga telah ku tulis semua impianku yang tiap pagi ku baca berulang. aku yakin ketidak mungkinan bisa terwujud, bisa terealisasi.Meskipun pada kenyataannya masihlah seongok tulisan. tulisan harapan seorang pendaki untuk mencapai langit. muskil.

ku tela'ah kembali, ternyata aku hanya bercita-cita tentang dunia yang mmperdayaku, aku malu ya Allah. bagaimana dalam impianku aku hanya bercerita tentang kebahagiaan semu fatamorgana, sengau dan udik.

Orang sukses bukan seorang jendral, direktur, dokter, atau sarjana dgn lulusan cum laude,, orang sukses adalah?

orang sukses adalah orang yang mau merelakan dirinya untuk sukses... bermanfaat untuk semua orang,, mau berkorban agar orang lain disekitarnya sukses....

saya kutif dari bukunya Salim Afillah-Dalam Dekapan Ukhuwah-sebuah cerita yang menggugah,, sangat menggugah tentang sperti apa itu sukses....

Suatu ketika seorang pria muda melakukan perjalanan ke Singapura, seperti biasanya ia selalu menyiapkann buku bacaann kecil untuk menemaninya sepanjang di pesawat, dan sering ia malah suka melakukan obrolan ringan dengan orang disekitarnya, bila orang yang diajak bicara tidak merasa terganggu^^hexx. Kebetulan kali ini ia bersebelahan dengan seorang ibu yang cukup lanjut usia, sederhana, sepertiya hendak bekerja sebagai TKi disana.

bersambung dulu ya....

nyambung lagi ya^^ ibu itu mulai  bercerita tentang anak2nya yang sukses, bahkan sekarang ia hendak mengunjungi anak keduanya yang bekerja sebagai PR di Singapure sana.

bagaimana dengan anak ibu yang ketiga? ibu itu mengatakan anaknya yang ketiga tengah mendapat beasiswa untuk study di Jerman. dan ketika pemuda itu bertanya tentang anak pertama, ibu itu diam, diam tanpa kata. Si Pemuda sungguh merasa bersalah, mungkin anak yang pertama ini kurang baik nasib hidupnya sehingga ibu enggan bercerita. "Maafkan saya bu sudah lancang bertanya tentang anak ibu."

Si Ibu malah tersenyum renyah, ditepuk-tepuknya punggung si Pemuda, dan berkata "anda tidak salah, saya amat bangga pada anak yang pertama ini"

pemikiran Pemuda membayangkan betapa hebatnya anak pertama ini, sampai Ibu ini berlinangan air mata ketika memujinya. Ya Allah.

"anak ibu yang pertama ini sungguh berbeda," Si Ibu mulai bercerita, "sekarang ia seorang petani, menggarap ladang yang ditinggalkan almarhum ayahnya, namun berkat ia yang mengolah ladang dengan cara terbaik, mampu membuat andi-adiknya berhasil. Dialah sebagai ganti ayah spertinya, mampu membuat adik-adiknya paham betapa harusnya bekerja keras dalam hidup ini. Dia sungguh pahlawan bagi kami. Adik-adiknya sangat menyayangi, menghormatinya." Sepertinya banyak sekali yang ingin disampaikan si Ibu, tapi air mata yang sudah tak terbendung lagi menghalangi kata-katanya yang lain. tanpa disadari si Pemuda mulai ikut larut dalam pemikiran dan kemelut hati yang indah si Ibu.

jadi sukses itu apa nak?

bukan karena jabatan yang kamu miliki, bukan karena prestasi kamu di dunia yang menjulang  tinggi, bukan pula karena predikat cum laude, atau IPK 4 koma sekian. tapi karena kamu telah membuat orang lain sukses. kamu bisa bermanfaat untuk orang-orang disekitar mu. salam^^

14 September 2011

3 Anak

Standard
usai pulang dari kampus, tepatnya dihalaman dekat gerbang parkiran, ada tiga orang anak kecil perkiraan umur 7 tahun, 5 tahun, dan 2 tahun. anak yang terkecil tengah dalam sebuah roda yang di dorong oleh anak tertua (mungkin kakaknya). tiba-tiba anak yang 5 tahun tanpa sengaja menyenggol roda si adik yang menyebabkan roda oleng, namun sang kakak berhasil menenangkannya tapi alhasil semua orang menatap kepadanya dengan tatapan terkejut. sang kakak marah dan berbalik, namun tanpa disangka sang kakakpun tanpa sengaja menyenggol roda adiknya, dan untuk kali ini braaaaaaaaaaaaaaaaaakkkkk si adik jatuh dari roda, kepalanya dengan keras membentur aspal. semua orang berteriak histeris dan berkerumun....!!!!baru semenit kemudian tibalah si ibu dengan tergopoh-gopoh dan tak ayal lagi si kakak jadi bahan omelannya.

kisah kecil, kisah nyata hari ini. Pelajaran apa untuk kita tela'ah dari cerita fakta ini? iringi kasih sayang dengan ketulusan, kesabaran, dan kehati-hatian yang akan membawa kita pada keselamatan. aamiin.