28 April 2016

Simpang Siur

Standard
Waktu datang kepadaku, meminta banyak hal, dan aku tetap termangu...
Jatuh cinta, sesuatu yang tak ingin kuulangi, dan entah ..
Adakah kehadirannya telah memberiku sebuah kesempatan untuk berpikir ulang...
Ada jendela yang terbuka di pagi hari
Terasa segar udaramu menyeruak, menelusuri relung-relung
Menyusur ruang, dan sampailah tepat didepan kamarku
Mengetuknya perlahan, sangat pelan,

Lalu aku bangkit, memastikan ketukanmu yang terlampau halus,
Dan kau tersenyum amat lekat, meraih jemariku tanpa terasa
Udaramu menggigilkanku
Betapa terlampau jauh kau masuk
Dan aku mendapati diri sendiri
bahagia...

Esok hari adalah batas waktuku ada di sini, dan aku masih tetap tak bisa memaksa diriku sendiri menjadi super. Membereskan semua hal dalam sekejap, aku adalah yang tak mungkin mengerjakan segalamya dalam waktu yang amat singkat.

Merasakan jatuh cinta, adalah satu beban :) ...
Waktuku terlampau habis untuk tersenyum sendiri,
Lalu menjadi seperti gila membaca tulisan-tulisan

Tugasku entah lah lari kemana
Hatiku meluap
Jiwaku berlarian
Waktuku berlalu tanpa terasa...

Oh, tugasku bagaimana nasibnya?
Entahlah..
Janganlah kau menertawakanku...
Aku terlalu sibuk
dengan perasaanku sendiri...

Ingin membunuhnya, tapi selalu gagal. :(
Membuat gaduh
simpang siur.

17 April 2016

TIDAK MENGAPA :)

Standard
Cinta itu tanggung jawab! by Az.


Setiap hari kita bersapaan... denganmu yang tak tersentuh...
Setiap hari kita bersitatap satu sama lain, denganmu yang tak terjamah...

dan engkau masih mendiamkanku...
seperti udara...
seperti matahari...
dan sinarmu saja...
tepat menghangatku, setiap pagi...

apa salahku?

Sampai hari ini aku menjadi sebuah pohon tanpa akar, tumbang setiap hari
Sampai saat ini aku masih menjadi ilalang, terus bergoyang  terserah angin bertiup kemana

Tidak mengapa kah?
Jika sekejap malam ini aku beristirahat dari hal-hal yang telah menguras airmataku setiap selesai mengadu, lalu menumpahkannya di danau waktu lagi...

Danau yang kuberjanji padanya tak akan lagi membuang hal-hal lain,
Aku telah berdusta
Inilah hukuman untukku...

Sejak mula telah kuketahui ini adalah permainan yang sangat kotor. Menyukai banyak orang untuk melupakan banyak hal. Aku telah kalah sejak dalam pilihan. Ini telah terlanjur kutuai, Tuhan jangan hukum aku lagi, jangan Engkau hukum aku atas kesalahan-kesalahanku,... ampuni aku, ampuni.

Aku adalah seorang yang egois....
Bagaimana mungkin aku tidak egois, karena tak bisa menjaga hati?

Ketika perasaan itu terus mendesak ke ulu hati, lalu kutumbang, dan menemuimu dalam malu, sering kumohon, "Wafatkan aku dalam taubatku ini, jangan sampai diri ini jadi sebab rasa sakit orang lain, ah ya Allah wafatkanlah aku dalam tangisanku ini, jangan biarkan dosaku bertambah... Allah... sungguh aku tidak berputus asa akan ampunanMu, tapi kumohon beri aku sebuah jalan terbaik yang bisa kulalui, tanpa rasa sakit untuk semua orang. Apa yang harus kulakukan, agar setiap orang bahagia?"

Bahkan diri sendiri, aku tak berkuasa atasnya, aku adalah sebuah boneka, dan jelmaan.
Allah, misi hidup apa yang harus segera kutunaikan, apakah hidup ini belum selesai?

Tidak mengapa, engkau menangislah zahraa..
Dan jadilah kuat, seperti permintaan setiap orang.
Dan jadilah sabar, seperti permintaan semua orang.

Tidak mengapa, engkau menulislah zahraa...
dan jadilah yang tak terjamahkan, tak terjangkau, tak terkalahkan...
Jadilah engkau yang sibuk dengan amalan yang bisa mendekatkanmu pada cita-cita teragungmu,
membahagiakan ia yang telah tiada...
Apakah kau lupa?
apakah kau sibuk?

setiap hari, surat apa yang kau baca untuk menghadiahkannya pada ibu dan bapakmu?
setiap hari, amalan apa yang sellau kau dawamkan agar amal itu samapi kepada ibu dan bapakmu?
Kau seorang piatu
kau seorang yatim
balasannya bukan sekedar harta, mereka butuh kau jadi anak soleh...
berhentilah mengurusi hal yang tidak penting

perasaan itu bukan untuk kau tangisi lagi...
kau harus kuat, kau harus kuat, kau harus kuat...

Kuingatkan lagi zahraa: jangan kau gantungkan harapan pada selain Nya.
LURUSKAN NIATMU, PEJAMKAN MATAMU, MELONCATLAH, tidak ada yang lebih mengasihimu selain ALLAH. Lalu sayangi dirimu dengan tidak terjebak perasaan sendiri, berkasih sayanglah dengan banyak orang, dan jadilah diri yang bermanfaat hentikan arogansimu, kesombonganmu, mulailah kau tawadhu dengan dirimu, qonaahkan dirimu, tekan inginmu, dan tersenyumlah, tegarlah KAU. TEGARLAH ENGKAU!

KAU tahu? KEINGINAN KITA SERING MEMENJARAKAN DIRI KITA SENDIRI.
Pastikan kau tak lagi menginginkan apa yang tak pasti, kecuali kau inginkan dirimu jadi manusia yang baik.... bersemangatlah.. Allah mencintaimu, bersemangatlah... dan engkau adalah bidadari yang hanya akan ditemukan oleh seorang pejuang, tanpa engkau harus berjuang. tenanglah, perasaanmu bahwa kau rendah dan penuh dosa tak akan mengubah ketentuan Allah, ketentuan yang terbaik untukmu, soleha....

Jadi, sudah, hapus, hapus, sesal dan air matamu...
Mari berjalan bersamaku, melewati hari ke depan dengan lebih optimis, dengan cinta yang tak habis.
Aku adalah bagian dari dirimu, yang tak sanggup lagi melihat kau sakit terus menerus.
Aku adalah dirimu.

Zahraa, tersenyumlah :)

Dear, diriku yang sudah marah-marah dan mengamuk, makasih, saranghae :*
Aku tahu sejak dahulu, kau bagian dari diriku yang selalu menguatkan.
Ya, mari kita list tugas kita ke depan, dan kita akan jadi sibuk dengan hal itu, bukan?
Apa?
Tambah hapalan?
Mulai mengerjakan soal-soal TPA?
Menulis lagi, yang lebih serius dong?

Oke, jangan paksa dirimu terlalu keras, kau tulis saja apa yang kau suka.
Jika ada yang baca?
Jangan hirau, itu hak mereka kok! Maka tulislah yang baik-baik, solusi yang baik, semoga kita jadi manusia yang bisa sama-sama membaikan satu sama lain.

Selamat tidur :)

by Eli Nurlela Andriani untuk Annisa Zahraa, my soulmate, my self.
(17 April 2016).



15 April 2016

SEPASANG

Standard
Kita adalah sepasang
manusia yang tak saling mengenal
Lalu cerita kita dipersingkat
dengan kata sapaan

Aku mengenalmu
Dan kamu mengenalku

Catat baik-baik: ada sipat buruk, yang satu-satu akan diketahui.
Catat baik-baik: ada sipat baik, yang satu-satu akan diketahui.

saat semuanya telah diterima dengan kontan
dalam satu paket
dan sebuah buket

kita akan dituntut
menjaganya
agar
tidak lagi ada kata "tak saling mengenal" kemudian hari

Kita selalu menjadi sepasang
sepasang teman
atau sepasang doa
yang sejujurnya kita rangkai melalui Nya
dan memohon agar sampai

Singkatnya, agar kita sama-sama sampai, pada pemahaman terbaik...
bahwa apa yang kita jalani adalah media terbaik untuk belajar banyak hal
Lebih mengenal karakter kita, agar disempurnakannya kebaikan dan kebaikan...

Kita adalah sepasang manusia
yang ingin saling jatuh cinta, dan dalam ridhoNya.