27 Maret 2012

Special Edition Widya’s B’day: “Siapa Pemilik Suara Itu?” Tanya Dia

Standard

Byuuuurrrr............!!!
Air di pagi hari memang sangat menyejukan, menelan tetes-tetes kemalasan. Serasa masuk meresap ke dalam tulang bahkan sum-sum merah melalui pori yang keriput karena kantuk. Auhh, air ini amat dingin menyapu wajah. Berdiri dalam senyap dengan lantunan doa dalam rukuk dan sujud, seketika pintu rahmat terbuka, udara yang terhirup lewat celah kecil bawah pintu membawa kabar jika fajar telah bangun, dan embun menetes perlahan di ujung pucuk jambu, rinai cahaya menyeruak masuk pertanda diluar sudah ada kehidupan kembali, tukang sayur langganan ibu-ibu di depan telah menjelajah jalan  dengan teriakan sayuuuuuurrrrrr!!!!
Dia tertegun didepan cermin besar yang terletak diruang tengah, bersebrangan dengan televisi. Cermin langganan kami, jika siap berangkat tak puas bila tidak berlenggok sebentar. Wajahku tirus, mungkinkah kelelahan? Tampak menonjol dahi dan tulang pipi, hueksss tapi yah bagus begini daripada gemuk penuh lemak, susah berdiri karena bobot bokong..haaaaa! celotehnya dalam hati. Tubuhku kecil, tinggi paling 153,13 cm kira kira berat badanku 43 kg atau lebih sedikit lah, sedikiiiiiiiiiiiiiiiiit. Dug, saat hatinya berkata sedikiiiiiittttt, ia jadi teringat seseorang, yah hanya masalalu. Seseorang yang sering berkata sedikit lagi dengan nada ditekan dan jeda yang panjang, jadi kalau dipraktekan bunyinya sperti ini “sediiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiikiiiitt” dengan gaya menghejen kaya yang mau BAB gitu. Hehehe....
“Dari segi fisik aku cantik meskipun yah mereka bilang aku kaya balon banana, kalo ada angin ribut dikit pasti ikut terbang....huh itu sih kerupuk.  Hidupku ya hidupku, serba serbi, rame kalau bahasa semutnya itu FULL COLOUR (dibaca ful kolor, kenapa nggk segitiga terlarang? Suuuuuutttss!). Karena emang aku baik turunan, jadi sipat baikku gabisa dihilangin, meskipun aku kelihatan judes tapi hati aku itu baik banget, penyayang lagi. Bahkan kalo liat temen ngebunuh nyamuk atau semut aku sedih sekali, hihikzzz. Hehehe,,, beneran ihhhhh?” Huaaaa dia terperanjat kebanyakan ngomong sendiri di depan cermin sih.
Tring, pagi ini 28 Maret 2012 mesti berangkat pagi. Mata kuliah seni rupa UTS, tidak boleh telat, dosennya disiplin takuuuttt yah lagian bukan kebiasaan untuk kesiangan. Yayaya, yang suka kesiangan itu sih penghuni kamar no 4. Ups jadi ngomongin tetangga. Dia meneruskan bisikan-bisikan halusnya, ngelamun sambil ngebenerin kerudung warna hijaunya. Wahhh hari ini pasti cape tambah-tambah agenda hari ini itu Mata Kuliah PBSI, kumpulan UKM AKSARA, AVAIL, BADMINTON, tambah satu lagi gosok gigi. Ihhh ko gosok gigi?
Avail-avail oh avail, ceria cemerlang...PLUGKEUK...ko malah nyanyi sih, terus ada nggk ya teks yang ini dilagunya? Kok kaya puisi gini? Aduh. Avail is my everything, insyallah dengan avail bisa jadi number one lah, bebas finansial di umur 20 tahun, laaaaaaaaaaaaaaa hari ini kan aku tepat 20 tahun? Booo? Yo wis ku awali umur 20 tahun dengan niat tekun dengan avail, berkah dengan keringat memajukan avail peduli sesama. Ya Allah karuniakanlah minyak jelantah pada jalanku agar semua jadi serasa mudah dan licin, aamiin. Aduuhh salah lagi napa mesti jelantah? Kenapa nggk oli aja. Aduhh stop!
Waduh kelamaan, bengong ko sampe ngehabisin 10 menit, 10 menit ko malah nyasar, kalo lamunan tadi diketik wah uda dapat satu halaman penuh ini tanpa spasi font times new roman 12. Plus nilai A dari ibu PBSI (Ibu Hohooooo), tapi kena minus akibat gak pake spasi, jadinya nilai Z- (baca: Zet Minus). Pusing ih ribet.
Dia termalu-malu saat raut mukanya ketangkap basah oleh tetangga sebelah. “Apa sih bengong gaya mikir Einstein gitu?” Tanya sang tetangga.
“Engg ini lagi inget kira-kira soal UTS Seni Rupa apa ya?” kilahnya berkelit. Sang tetangga puas saja mendengar jawaban dia yang ngasal. Ohohoho, sudah jam setengah tujuh, wadohh mana belom makan, mana belom baca buat UTS, haduh mesti cepet ke kampus nih, nangkringin bala-bala di angkat dari wajan. Katanya dalam hati.
Berangkat dengan teman sekelas, langkah dipercepat. Jarak kostan-kampus menghabiskan 5 menit perjalanan dengan naik pesawat Boling 700, berkapasitas 5 orang kecepatan 120 km/jam. Jangan di percaya, lah kan kalimat pertamanya juga langkah dipercepat, jadi secara otomatis aku jalan kaki ding!
Saat pertama itulah ya di sana, ditempat sana diantara tulisan mading itu, setiap hari aku menunggu, dia lewat.
Dia kembali mengingat memory lamanya, sungguh tak ingin dia mengingat itu kembali, basi dan gak ada efek buat hidup sekarang ini. Tapi, bagaimanapun ketika moment itu seperti terulang, seseorang lewat di hadapan Dia dengan tempat yang masih sama, didepan mading dekat Warung Kopma itu. Itu hanya kepingan cerita kecil, kekaguman saat mulai masuk dunia kampus, tepatnya 5 September saat masa orientasi (MOKAKU). Iham adalah salah satu panitia yang ikut meng-ospek, orangnya baik kalem soleh dan sepertinya cocok banget dengan kriteria selama ini yang Dia cari, apalagi kesan pertama bertemu itu, Iham sangat ramah dan terbuka kepada semua orang. Ketika bunga-bunga kecil tumbuh dalam dada Dia (waduh kebayang dada kaya taman banyak bunganya), ketika simbul merah menyeruak pada hati yang terpana kekaguman, Dia hanya mampu menunggu Iham lewat di tempat ini. Moment yang setiap pagi Dia lakoni karena ketak mampuan mengungkap, hingga pada suatu subuh yang sunyi masa itu, saat semua tak bisa lagi didiamkan.
Sangat bahagia saat chat pertama di facebook, meskipun jawaban Iham hanya waalaikumsalam. Tapi di pagi itu, dia hanya menjawab “Teteh, syukron.” Ya Allah salahkah aku telah menyatakan aku menyukainya? Sedangkan Zulaekha sekalipun tak mampu menahan. Entahlah semenjak itu Dia tak lagi menunggu Iham lewat didekat mading, karena bertemu sekilas pun rasa malu menyeruak. Hampa dan melayang, apalagi saat tahu (bukan rahasia lagi) tanggal 11 November 2011 itu Iham melabuhkan hatinya pada wanita lain, bukan Dia. Dan sekeping CINTA itu padam seketika, terluka dan koma (mudah-mudahan nggak mati).
Kehampaan itu Dia biarkan berlarut, biarkan luka menganga, semua foto Iham dan harapan yang awalnya terpampang rapi dikamarnya kini tiada. Terkikis dengan sisa robekan. Menghilang namun terkenang sangat manis sungguh.
Habis gelap terbitlah terang, seperti R.A. Kartini ia menyebutnya. Iham pergi Ihan pun datang dengan membawa mawar merekah, namun entahlah karena masih hampa hingga Ihan hanya seperti kunang yang berniat menganggu ikan di sungai, menari tapi tak dipedulikan sama sekali. Dia masih terbengong-bengong dengan pengalaman pahit Iham, belum sepenuhnya mampu memberi keputusan pada Ihan. Ihan adalah teman sekelasnya yang amat baik, meskipun orangnya sangat tegas namun jangan salah Ihan adalah orang yang punya waktu penuh untuk Dia. Tapi itu dulu, sebelum semuanya berubah. Huaaaa,,, ternyata terasa sekali waktu berputar, membawa perubahan pada Ihan yang semakin menjauh saat Dia mulai membuka hati. Seandainya Ihan tahu itu.
Sudahlah mungkin semua itu bagian perjalanan hidup, keputus asaan karena sikap Ihan yang mejauh tak lagi diambil hati.
Namun lagi-lagi seseorang datang, Fadhil. Fadhil adalah teman saat biasa Dia BADMINTON. Fadhil dengan segala keadaannya, meskipun baru dekat sebentar (kalo sekedar tahu dan kenal sih udah lama), namun entah siapa yang menggerakan lidah Dia saat ia memutuskan menerima Fadhil jadi seseorang yang Dia panggil “abi...”.
Entahlah, mungkin karena terlalu cape dengan perubahan Ihan atau karena merasa sepi atau karena Fadhil mampu meyakinkan hati. Dia resmi dengan Fadhil dengan tanggal dan bulan yang mereka rahasiakan.  Meskipun demikian kadang bayang Ihan pun hadir, tapi sudahlah tak ada waktu bertahan dengan masalalu bisiknya saat semua kenangan teruarai kembali. Semua seperti bagian drama, Iham, Ihan, dan Fadhil. Mereka berputar-putar. Tapi semakin hampa, Fadhil bisiknya suatu hari, entah karena nafasku yang teramat lemah, aku tidak tahu hubungan ini aku akan bawa kemana, entahlah. Biarlah hujan yang akan menghijaukan, biarlah angin yang membengkokkan, dan biarkanlah matahari yang menguatkan. Aku enggan membuat serupa janji, karena semua belum pasti. Kamu baik, dan aku tidak tahu apa sipat keturunanku yang baik ini bisa mengimbangi kebaikan mu ataukah tidak. Jangan sakit hati ya Fadhil kalau misalkan aku bosan dan menjauh, atau jika aku merasa jenuh lantas kita berakhir, ini semua karena aku masih belajar mencintai^^ (kalo tetangga sebelah denger pasti dia muntah ketupat pake kuah tambah lagi pake toge).
Huaaa.................aku melamun satu jam tertegun didepan mading, busyet. Haduh. UTS telat, Oh Tuhan inikah penyakit bengongku kumat. Padahal amit-amit tokoh Dia itu gak punya sipat bengong. Masuk kelas sudah telat mendingan ke kantin, nongkrongin bala-bala yang sudah dingin. Dia mengerutu dalam hati.
Namun tiba-tiba saat Dia memakan bala-bala satu suir satu suir akibat kebiasaan makan daging suir, ada yang menyapa dari belakang, “Teh Wiwi?” Dug inikan suara Iham?
“Emmm bukan ini Dia.” Jawab Dia gugup.
“Oh iya maksud saya Teh Dia,” jawabnya kalem sekali.
“Iya kang?” sahut Dia ramah.
“Selamat Ulang Tahun yang ke 57 ya teh?” Bujug ko ke-57 sih? Aku kan masih muda. Masih kuliah lagi. Batin Dia.
Namun tiba-tiba dari arah samping ada yang menyapa, “Dia selamat ulang tahun ya?” waduh itukan suara Ihan. Si Bibi tukang bala-bala melambai-lambai tangan, “ Iya bi?” seru Dia lantang. “Uangnya neng!” Bibi tukang bala-bala tak kalah lantang. Dia sudah makan bala-bala dua piring tapi belum dibayar, sepertinya Bibi takut kalau Dia tidak bisa membayar, saat Dia mau mengeluarkan dompetnya yang kumal tiba-tiba ada Fadhil datang dan bilang “STOP!”, kemudian fadhil mengeluarkan uang satu lembar seribuan dan diberikan pada si Bibi. Oh Pemiarsa... ternyata Dia baru habis 2 biji saja, karena terbengong sehingga ia merasa telah menyantap 2 piring. Alamakkkk kelewatan!
Iham, Ihan, dan Fadhil kini ada di sampingnya. Mereka mengucapkan selamat ulang tahun. Sungguh mengharukan. Apalagi saat semua orang berdatangan, diawali dengan teman sekelasnya yang telah selesai UTS Seni Rupa berdatangan, menjabat tangan Dia bergantian, bahkan sampai terakhir Direktur UPI Kampus Tasikmalaya Bapak Prof. Dr. H. Cece Rahmat, M.Pd. pun ikut menyalami Dia. Wah sangat ramai, hingga pada hari ini lembaga mengeluarkan surat kebijakan libur, akibat kuliah terhalang keramaian ulang tahun Dia.
“Teh Dia selamat ulang tahun ya, semoga selalu selamanya menjadi istri ana yang soleha, cantik, dan patuh!” suara doa itu masih terdengar sayup-sayup, itu suara siapa? Dia belum bisa memastikan siapa pemilik suara itu?
...hingga akhirnya.... TOKTOKTOKTOKTOKTOKTOKKK, dua kurcaci mengetok-ngetok kamarnya dengan sangat kuat jam dua dini hari begini? Ada apa ini? Mereka masuk tanpa kata, hanya senyuman dan lalu menggelar sejadah untuk solat.
Bisik Dia dalam kekagetan: “Ya Allah ternyata semua hanya mimpi, siapapun yang membisikkan doa dalam mimpiku tadi, dialah calon suami hamba yang Engkau pilihkan. Terimakasih ya Allah, karena dua kurcaci ini telah membangunkan aku dari selamanya bermimpi.”

                             TO Be Continu!

21 Maret 2012

Untuk Ibuku

Standard
Ibu, anak mu belum bisa pulang ke rumah ibu disana. Anak mu yang kalah ini harus mengurung niat pulang karena harus terlebih mengabdi pada orang yang telah membuat anak mu sekolah. Ibu, namun tahukah aku sangat merindukan mu. Setiap detik yang berlalu, aku sibuk bahkan sangat sibuk untuk memikirkanmu. Ibu anakmu sangat malu untuk pulang, jejak hitam itu menyudutkanku, meskipun akhirnya kau tetap memelukku dengan tangisan. Ibu, aku hanya tahu aku ingin diberi kesempatan untuk membahagiakan mu dengan cara yang aku pun tidak tahu. Ibu.............. 
Ibu, dalam nafas yang kau tahan ada sesak. Aku tahu persis itu karena ulahku hingga kau terluka olehnya, ibu apa daya kita jika semua terkikis takdir dan kita tak bisa bersatu seperti dulu, aku anak kecil berambut pirang yang mengikuti jejak ibu dipematang sawah. Oh ibu, banyak sekali kisah yang membuat kita bercerai dalam keluarga... Ibu aku merindukan mu. Segalanya Ibu.  
Ya Allah dalam tengadahku, meskipun aku sangat malu karena noda didahiku, aku mohon berilah hamba kesempatan ya Rabb untuk membuat Ibu hamba bahagia di dunia dan Akhirat ya Rabb...ya Ghapur ya Rojak ya Salam... 
Ya Allah sehatkan lah jiwa raganya, tanamkan kebahagiaan, dan ampunilah dosa-dosanya. Ibuku. you are my everyting.

I LOVE U MOM.^^

19 Maret 2012

MAHA DEMI

Standard
"Sssssttttt.....!" 

Hari ini tanggal 19 Maret 2012 di Kampus ada acara UKM dan BSO award, sangat meriah meskipun acara ini hanya memakan setengah hari tak lebih, dengan waktu yang termorat marit acara berlangsung meriah. Tak lupa juga UKM AKSARA sebagai UKMnya para pecinta tulisan pun hadir dan tampil disana.

Seperti Panasonic Award yang ada di Teve-teve, mengumumkan BSO DAN UKM berprestasi dilihat dari berbagai kategori,, wiiiih swiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing dengan sangat terkejut UKM menyabet dua penghargaan sekaligus (Hebat Ibu)...

Kategori UKM terbaik II, dan UKM teraktif 1.

Alhamdulillah, mereka perintis dunia tulis menulis ini memperlihatkan taringnya (wah apalagi kalo diperlihatkan semua giginya ya?)

Sangat menyenangkan, hari ini kami UKM Aksara menampilkan dramatisasi puisi ya sekaligus musikalisassi juga.hehe

Ada 4 puisi yang resmi digunakan acara kali ini bertema MAHASISWA.
Pertama dengan puisi Pencari Keadilan karya Ekandari 
Kedua  dengan puisi Bersatu Rapatkan Barisan karya Vira Pratiwi
Ketiga dengan puisi MAHA DEMI karya Eli Nurlela Andriani
dan yang terakhir dengan INIKAH MAHASISWA? karya Widya Wardhani Sutiana.

Pada waktu latihan kami sangat konyol sekali, banyak hal-hal yang tidak terbayangkan. Yah seperti itulah saat kebersatuan belum terbentuk, kami seperti mozaik yang berserakan, tapi setelah adanya koordinasi yang benar-benar terutama dari pelatih tertabah (menghadapi adik-adiknya yang rewel) kang M. Rijal Wahid Muharram kami menyatu menyusun karya yang tak terlupakan (Cieeee^^)...

Semangat! 

Hari ini adalah awal dari kemajuan Karya di Kampus. 

Semangat,,,!

Jika mahasiswa di Kampus ini adalah jaring panah, maka anak panahnya adalah kami anak AKSARA..(Gaya nya?eheh). 

Bila waktunya telah tiba, kami pecinta karya akan tetap melangkah untuk Kejayaan UPI Kampus Tasikmalaya. Leading and Outstanding University. Aamiin.


MAHA DEMI
                                                                    Annisa Zahraa

Dia perintis rindu hujan yang subur
Masih sering terlena dengan setingkap buku
Apa arti itu semua dimasa kata harus dibungkam?
Rezim yang memuncak
Tak sopan jika ku sebut itu biadab


Dia pemikul beban atas ribuan kebingungan dan harapan 
Meski dirinya pun tak mampu memikul siapa sendiri 
Lucu? Mereka bilang itu sebatas fantasi??? 
Tak boleh lah jika kusebut mereka pecundang
 
Dia masih muda di sebelas Maret itu
Dia pula masih muda di reformasi
Aneh sungguh tapi Dia hendak berkata:
“Aku jiwa  mudaku, wibawaku, perkasaku
Tak takut butir peluru menebus nyawa”
 


Tangan dan kaki yang pincang hendak raih ketaksampaian
Lidah raih keniscayaan, licin dan memekik perjuangan 
Aku hidup di masa orde baru! Bangkit, lawan, hancurkan TIRANI !
Meski akhirnya melemah pada darah

Maha demi segala hasrat siswa
Maha demi rakyat yang terlelap dalam putus asa
Maha demi rakyat yang akrab sengsara
Mahasiswa tegakkan negara sejati
Indonesia menuju negara mandiri

                                                                             Tasikmalaya, 22 Februari 2012


14 Maret 2012

Malam Ini Aku Terjaga

Standard
Malam ini aku terjaga dengan nyanyian iwan fals, "ijinkan aku mencintai mu", mata yang kelewat tak bisa terpejam, insomnia menyerang. Baiklah aku menulis saja saat semua terlelap. Dalam penjagaan Nya yang Maha Jeli, ya Rabb aku malu dengan ketidak sucianku, dengan dosaku aku merindukan Mu dalam usus yang terurai, dengan dosaku pada ayah dan ibuku, dengan keegoanku pada sahabat-sahabatku. Aku merangkak lagi dalam kelemahanku, sunguh malu hati ini. Tapi Engkau selalu bermurah diri padaku, kasih sayang Mu tak kunjung luput mengalir bening dan indah, sungguh hati ini merasa pilu dan sedih karena ketakpatuhanku pada Mu. Ya Allah aku ingin kembali, rangkullah aku dalam keheningan ini, dekaplah aku dalam ketakmampuanku mengeja cinta Mu pada hamba.

Dimana aku pernah merasa sangat lemah walau untuk memejamkan mata, aku terpendam pada lumpur-lumpur yang membenamkan ku pada tangis yang pecah di ujung pagi. Oh ya Allah, kuatkan aku untuk tegar dan istiqomah mencintaimu, merasakan bulit-bulir kasih. Oh Maha Indah, kiranya aku masih pantas berdoa, hamba mohon dengan kemurahan Mu, ampuni hamba, kedua orang tua hamba, ayah dan ibu angkat hamba, saudara hamba, guru-guru hamba, sahabat-sahabat hamba, dan lindungilah kami dari azab Mu yang amat pedih, lindungilah kami dengan rahmat Mu.

Semoga salam tercurahkan pada Kekasih Engkau Rasullulloh Muhammad SAW, keluarga dan sahabat. Aamiin.

Tetap semangat, sepahit dan sesulit apapun, karena cinta Allah tak pernah putus-putusnya, tetap tebar kebaikan, jaga lisan, dan tersenyum. Alhamdulillah^^


11 Maret 2012

Aku Akan Terbiasa

Standard
Jika waktunya tiba aku ingin hati merana, rutinitas yang memaksa dan menyita setiap perhatian, ya aku terjebak pada keadaan yang sekarang amat menekan ini. Yakinlah jika keadaan seperti ini sangat memberi manfaat. Saya amat yakin hal ini yang terbaik untuk hidup. Tugas kuliah yang bertumpuk-tumpuk, tugas organisasi kampus yang membutuhkan penyelesaian, ah andai waktu hanya aku habiskan untuk mengeluh, tiada gunanya.
Aku harus semangat sekeras apapun hantaman yang ada dihadapan ini, serumit apapun problematik ini, aku tetap semangat. Ikhtiar, berbaik sangka pada Allah dan manusia, berdoa dan tentu saja bersyukur jauh lebih membuat hati nyaman. Namun seandainya ujian ini amat perih, sabar ya kesabaran yang saya perlukan. Seperti kejadian tadi pagi, ketika sebuah rencana telah tersusun rapi, dan sunguh diluar dugaan yang membuat janji tak kunjung datang, amat mengesalkan bukan, apalagi jika pengundurannya hampir satu jam. jika dilihat secara lahir tentu saja hal ini hanya akan membuat menggerutu dengan ungkapan-ungkapan menyakitkan, namun apabila dilihat dengan sudut pandang lain, ya ya ya mungkin Allah tengah menuji sedikit kesabaran kita. 
Ya Allah, rutinitas hidup ini sungguh  hampa jika tanpa kendali mengingat Mu, sungguh amat kosong jika aku menjauh dari Mu. Ya Rabb, ampuni kedua tangan, mata telinga, kaki, dan tubuh ini yang amat sedikit dalam mengingat mu, ketika hamba malah sibuk dengan rutinitas dan pekerjaan yang bertumpuk-tumpuk, ya Allah sedang aku sadar apa tugas hamba di dunia ini.
Doa sayyidah Fatimah, "Ya Allah sibukkan aku dengan tugas yang Engkau pikulkan saat penciptaanku, dan jangan sibukkan aku dengan hal lain."
Dengan keadaan ku saat ini penuh tanda tanya apa yang akan Allah perbuat esok hari kepadaku, aku percaya ya Allah, Engkau maha baik maha adil maha pengampun dan tentu saja Maha Kaya. Sampaikan salam hamba ya Rabb pada kekasih Engkau, Rosululloh Muhammad SAW. 
Aku akan terbiasa perih, aku akan terbiasa berjuang, aku akan terbiasa mencintai orang yang menyakiti, aku akan terbiasa mendoakan orang yang mendzolomi, aku akan terbiasa tersenyum ketika sangat sakit, aku akan terbiassa menghela napas dalam ketika amat marah, aku akan terbiasa melakukan yang terbaik saat semua orang mencela, aku akan terbiasa semangat saat semua orang meragukanku, aku akan senantiasa ceria saat hatiku hancur tertolak gagal. Aku tahu kesuksesan bukanlah apa yang hendak dan telah dimiliki (karena hak kepemilikan mutlak milik Nya), namun adalah ketika aku tangguh dan tegar dalam menghadapi dan menjalani hidup. Kebahagiaan itu datang setelah sulit, cahaya datang setelah gelap pekat, dan rahmat Mu datang saat aku berusaha sebenar-benarnya patuh pada Mu..... Oh sungguh impianku adalah saat aku tertidur dan bangun dengan sapaan bidadari bermata jeli. Ya Allah biasakan hatiku untuk selalu bekerja keras namun lembut hati, biasakan pikirku untuk mendalami keagungan Mu, dan akhir catatan ini aku berdoa semoga ayah tercinta Odong bin Abdullah, Engkau ampuni dosanya, ditempatkan pada tempat yang lapang luas dan terang benderang dengan ampunan dan rahmat Mu duhai Allah yang maha mencintai makhluk-makhlu ciptaan Nya. "Allohummagfirli dunubi waliwalidayya warhamhuma kama Rabbayani soghiro". Aamiin.


3 Maret 2012

Observasi Proses Pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas 1 SDN Tarumanegara Tasikmalaya

Standard

OBSERVASI PROSES PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

DI KELAS 1 SDN TARUMANEGARA

A. Latar Belakang

Bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan yang wajib dipelajari baik secara formal maupun nonformal, dan di lembaga formal (sekolah) bahasa Indonesia merupakan materi penting yang harus dipelajari oleh peserta didik baik tingkat SD, SMP, maupun SMA bahkan Perguruan Tinggi. Karena kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, bahasa negara, dan bahasa resmi pemersatu bangsa, sehingga keadaan dan keeksistensiannya dipelihara secara turun temurun sebagai bentuk kebanggaan terhadapa khasanah bangsa. Bahasa Indonesia dipelajari pada setiap jenjang pendidikan dengan berbagai metoda dan cara yang berbeda, hal ini disesuaikan dengan keadaan dan perkembangan peserta didik. Untuk Bahasa Indonesia di jenjang Sekolah Dasar (SD) lebih cenderung pada materi yang berbasis dasar dan tidak mudah untuk menjelaskannya secara lengkap apabila pendidik tidak cakap dalam membekali ilmunya.

Mengajar bahasa Indonesia di SD adalah pekerjaan yang tidak mudah, namun hal ini dibantu oleh alokasi waktu. Jumlah jam pelajaran bahasa Indonesia di SD kelas I, II dan III sebanyak 6 jam pelajaran. Sedangkan kelas IV, V dan VI sebanyak 5 jam pelajaran. Banyaknya jumlah jam pelajaran Bahasa Indonesia dimaksudkan agar siswa mempunyai kemampuan berbahasa Indonesia yang baik serta mempunyai kemampuan berpikir dan bernalar yang baik yang dapat disampaikan melalui bahasa yang baik pula. Tujuan pembelajaran bahasa Indonesia sebagaimana dinyatakan oleh Akhadiah dkk. (1991:1) adalah agar siswa ”memiliki kemampuan berbahasa Indonesia yang baik dan benar serta dapat menghayati bahasa dan sastra Indonesia sesuai dengan situasi dan tujuan berbahasa serta tingkat pengalaman siswa sekolah dasar”. Dari tujuan tersebut jelas tergambar bahwa fungsi pengajaran bahasa Indonesia di SD adalah sebagai wadah untuk mengembangakan kemampuan siswa dalam menggunakan bahasa sesuai dengan fungsi bahasa itu, terutama sebagai alat komunikasi.

Sebagai calon pendidik tentu saja selain harus paham mengenai pentingnya pembelajaran bahasa Indonesia untuk siswa SD juga harus tahu bagaimana cara menyajikan materi bahasa Indonesia secara benar, efektif, dan menyenangkan. Maka diadakannya observasi ini untuk memberi pengalaman dan pengetahuan kepada calon pendidik agar kelak cakap menyajikan pembelajaran bahasa Indonesia untuk kelas rendah khususnya.

B. Tujuan Observasi

Adapun tujuan observasi ini, adalah:

1. Mengetahui proses pembelajaran bahasa Indonesia di kelas rendah

2. Mengetahui metode yang digunakan dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia di kelas rendah

3. Mengetahui proses evaluasi bahasa Indonesia di kelas rendah.

C. Waktu dan Tempat Observasi

Adapun tanggal, waktu, dan tempat observasi, adalah:

Nama SD : SDN Tarumanegara

Alamat SD : Jl. Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa No. 18 Kota Tasikmalaya 46114

Telpon : (0265) 314650

Hari, tanggal : Jumat, 24 Februari 2012

Waktu : 07.00 – 09.00

D. Pembahasan

a. Proses kegiatan

Pembelajaran bahasa Indonesia kelas 1 di SDN Tarumanegara menggunakan metoda ceramah dan aktif learning. Seorang guru beserta satu guru lain masuk kedalam kelas dengan mengucapkan salam yang dijawab serentak oleh peserta didik. Salah satu peserta didik yang telah ditunjuk sebagai ketua murid memimpin doa sebagaimana yang diinstruksikan guru muda tersebut.

Selanjutnya setelah guru mengecek kehadiran maka berlangsunglah proses pembelajaran bahasa Indonesia dengan tertib dan khidmat, meskipun ditengah pembelajaran peserta didik mulai ribut dan tidak memperhatikan. Pelajaran yang dibahas pada hari tersebut adalah mengenai peristiwa, guru menjelaskan tentang bencana alam yang terjadi akhir-akhir ini disertai gambar pada buku (gambar air menggenang, guru menyebutnya banjir, gambar gunung merapi guru menyebutnya gunung meletus, dan lain-lain) kemudian guru bertanya kejadian yang pernah dialami oleh peserta didik. Peserta didik berebut untuk menceritakan pengalaman yang pernah dialaminya.

Setelah masing-masing anak berebut untuk bercerita, guru hanya mempersilakan beberapa orang untuk menjelaskan pengalaman yang dialaminya, dan selebihnya guru meminta semua anak menuliskannya dengan belajar menggunakan hurup-hurup kapital dan hurup kecil. Anak asik menulis dan sering bertanya tentang pengalaman yang ingin ditulisnya. Guru membimbing anak agar menulis dengan baik dan benar. Tidak sulit sepertinya karena di SDN Tarumanegara ini khususnya kelas 1 memiliki 2 pendidik, yang pertama adalah guru tetap, dan yang kedua merupakan guru honorer yang membimbing peserta didik.

Guru tetap tugasnya menerangkan dan selebihnya mengawasi atau membimbing, serta guru honorer tugasnya mengarahkan dan mengontrol peserta didik agar tetap tenang. Karena jumlah yang cukup banyak, yakni sebanyak 37 orang. (Biodata dan data terlampir). Kemudian pada akhir proses pembelajaran guru melakukan kegiatan evaluasi dan penilaian dengan memberi pertanyaan berkaitan dengan materi yang baru saja dipelajari. Kemudian guru menyamakan jawaban peserta didik dan membenarkan beberapa jawaban yang kurang tepat, menyimpulkan pelajaran hari ini dan menutupnya dengan memberi pujian kepada beberapa peserta didik yang menjawab pertanyaan dengan benar.

b. Evaluasi Pembelajaran

Pembelajaran yang terjadi di SDN 1 Tarumanegara ditunjang dengan sarana dan prasarana yang memadai, selain mengguakan metoda ceramah guru juga membiarkan peserta didik untuk belajar mengemukakan pendapatnya dan secara berpasangan bersama temannya mengerjakan perintah dan instruksi guru. Dalam menjelaskan materi guru juga menggunakan alat peraga yang tersedia, karena media yang tersedia di dalam kelas cukup banyak berupa gambar hurup, angka, dan sebagainya yang dibuat secara kreatif, guru menggunakan media ini sebagai salah satu cara untuk memperlancar pembelajaran bahasa Indonesia.

Namun pada dasarnya peraan guru sangat besar apabila di prosentase bisa mencapai 80%, karena kebanyakan guru terus mengarahkan, menarik perhatian murid dan menjadi sentral pembelajran, hal ini diakibatkan karena pada kelas 1 belum terbentuk kemandirian dalam pembelajaranya, namun dengan demikian guru justru mengarahkan peserta didik agar lebih mandiri dan bertanggung jawab. Kurikulum yang digunakan mengacu pada KTSP 2006, yang telah disepakati dan disahkan oleh kepala sekolah dalam penggunannya. Pada kelas rendah yang digunakannya adalah tematik, bukan mata pelajaran, jadi berdasarkan tema tersebut bisa bersangkutan dengan dua mata pelajaran sekaligus, contoh dari tema peristiwa merupakan pelajaran bahasa Indonesia sekaligus PKN tentang kewajiban menolong orang yang terkena bencana.

Proses evaluasi yang dilakukan guru terdiri dari evaluasi harian, mingguan dan akhir semester. Evaluasi harian dilakukan setiap kali selesai pembelajaran bahasa Indonesia dengan cara memberikan pertanyaan, pekerjaan rumah pada siswa, agar siswa mengulang untuk belajar dirumah. Evalusi mingguan berupa ulangan dua minggu sekali. Serta evaluasi akhir semester yang biasa dilakukan bersamaan dengan kelas yang lain.

Setelah dilakukan evaluasi guru melakukan rekapitulasi nilai dan disampaikan ke peserta didik dengan sistem ranking. Sistem ranking di umumkan diakhir semester. Dengan demikian diharapkan mampu memicu semangat dan motivasi peserta didik untuk belajar lebih giat lagi.

E. Kesimpulan

Pembelajaran bahasa Indonesia di Sekolah Dasar sangat ditentukan oleh pendidik yang berkemampuan cakap dalam menguasai situasi kelas, penguasaan materi, dan penguasaan metode yang sesuai dengan keadaan murid. Dengan adanya observasi ini kami lebih mengerti bagaimana proses seorang guru mengajarkan bahasa Indonesia di kelas rendah khususnya kelas 1, mulai dari tahap perencanaan (membuat RPP) sampai dengan evaluasi. Sebagaimana pesan guru muda itu untuk kami bahwasanya butuh kesabaran yang besar untuk menghadapi segala keanehan perilaku anak dan harus tetap memperlakukannya sebaik, seramah dan setelaten mungkin, agar tujuan pembelajaran tercapai.

Kurikulum bahasa Indonesia yang digunakan mengacu pada KTSP 2006, dengan sistem per tema (TEMATIK). Evaluasi dilakukan terdiri dari evaluasi harian, mingguan dan akhir semester. Menyajikan materi dan membuat anak mengerti, paham, dan bisa melakukan apa yang diinstruksikan serta mampu menyelesaikan soal evaluasi dengan memuaskan adalah kebahagiaan tersendiri bagi pendidik.

LAMPIRAN

Biodata Guru kelas 1 SDN Tarumanegara

Pengajar 1

Nama : Heni Suhaeni, S.Pd.

Tempat, tanggal lahir : Garut, 31 Maret 1962

Alamat : Mangkubumi

Status : Pengajar tetap

Pengajar 2

Nama : Resti

Alamat : Kota Tasikmalaya

Status : Honorer

Daftar Nama Siswa Kelas 1 SDN Tarumanegara

1. Khoiru Aspira 21. M. Jabal

2. Ahmad Faisal 22. Nazri

3. Alika Rahma 23. Nafida

4. Ari 24. Naila

5. Asya 25. Natasya

6. Awaludin 26. Naufal

7. Bagaskara 27. Nurul

8. Deanova 28. Rahma

9. Eli Ello 29. Rapendra

10. Febi 30. Ramzy

11. Fidial 31. Riska

12. Fitri 32. Riyad

13. Ghisela 33. Santi

14. Hafizh 34. Sinta

15. Handi 35. Titania

16. Handika 36. Yulia

17. Indri 37. Zia

18. Kayla

19. M. Alfi

20. M. Ikhwan